Home Berita Pertagas Peduli Bangkitkan Perekonomian Desa Sidomulyo

Pertagas Peduli Bangkitkan Perekonomian Desa Sidomulyo

by Slyika

MUARAENIM – Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumsel kini menjadi terdepan dan mampu meningkat perekonomian di masa pandemi Covid-19 berkat binaan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Mantan Kepala Desa Sidomulyo Surono menuturkan, dirinya tidak menyangka desanya menjadi terkenal dan banyak didatangi pengunjung yang ingin menikmati wisata alam.

Secara lokasi memang selintas tidak menguntungkan, berjarak lebih kurang 200 km dari ibu kota provinsi, 41 km dari ibu kota kabupaten dan 5 km dari kota kecamatan. Serta berada di tengah lingkungan perkebunan sawit.

Tetapi dengan ke kompakan warga Desa Sidomulyo, telah mampu memikat banyak orang dengan kreativitas membangkitkan perekonomian di desa terpencil ini.

Awal ide kreatif ini Surono menggerakkan perekonomian Desa Sidomulyo, ketika pada tahun 2019 berkunjung ke Yogyakarta. Dia melihat sebuah desa yang kultur tanahnya sama dengan lingkungannya tinggal.

Pulang dari desa, Surono langsung mengajak perangkat desa, ketua Karang Taruna dan warga menyulap tanah di sekitar lingkungan kantornya menjadi tempat wisata.

Mulanya hanya membangun saung-saung sebagai tempat kumpul warga. Lama kelamaan tempat ini diminati warga untuk wisata karena suasananya yang teduh dan asri.

Makin hari diminati masyarakat akhir lokasi ini terus dikembangkan menjadi wisata alam dan edukasi, seperti menanam padi, bibit tanaman, hingga wisata swafoto, memancing dan rekreasi lainnya.

Lokasi wisata edukasi ini mereka namakan Lembah Dewi Sri (LDS), nama Sri diambil dari nama padi karena pendudukannya sebagian besar adalah petani eks transmigran tahun 1987.

Objek wisata edukasi LDS ini sebelum pandemi mampu meningkatkan pendapatan desa dan warga yang setiap bulannya bisa mendapat penghasilan kurang lebih Rp20 juta perbulan.

Tetapi sayang di masa pandemi corona objek wisata ini harus ditutup sehingga otomatis penghasil warga dan desa berkurang.

Tetapi Surono dan warga Desa tidak kehabisan ide kreatif untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Apalagi mendapat bantuan dana Corporate Social Reponbility (CRS) Pertagas untuk mengembangkan kreatifitas warga.

Berbagai kreatifitas yang dikembangkan diantarnya mengembangkan tanaman lokal, bibit organik, membuat pupuk organik serta berbagai kreasi yang mampu menutupi kehidupan perekonomian masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Sumsel ini.

Berkat kegigihan masyarakat Desa Sidomulyo, dampak Covid-19 sepertinya tidak selalu dirasakan karena perekonomian mereka tetap berjalan.

Bahkan, pertanian padi yang tadinya hanya panen 2 kali dalam setahun bisa ditingkatkan menjadi 4 kali. Belum lagi warga desa yang tidak mempunyai lahan luas bisa memanfaatkan perkarangan rumah dengan membangun tanaman organik dan ternak ikan.

Kepala Urusan Desa Sidomulyo, Adithya Widhi Hapsoro mengakui dengan semangat gotong-royong masyarakat desa, banyak ide kreatif yang dirasakan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, bukan hanya dalam bidang pertanian tetapi juga dalam hal pengelolaan sampah.

Masyarakat desa melalui pelatihan ekobrick yang diberikan oleh Pertagas, mampu memanfaatkan sampah plastik, seperti botol minuman mampu meningkat nilai seni dan ekonomi dengan dibuat berbagai kreasi seperti kursi, meja maupun hiasan dinding.

“Sampah plastik memang sulit diurai, tetapi berkat pelatihan yang diberikan oleh Pertagas kepada masyarakat Desa. Banyak ide kreatif muncul memanfaatkan barang bekas menjadi bernilai seni dan ekonomi,” ujar Aditya.

Menurut Adty,a kehadiran Pertagas sebagai pembina dan pemberi bantuan melalui CSR sangat bermanfaat sekali dirasakan masyarakat. Mulai dari tahun 2019 hingga tahun 2021 telah dirasakan baik itu berupa edukasi maupun infrastruktur lainnya.

Hal senada juga diungkapkan Yudiansyah, Kadis I Desa Sidomulyo. Dia mengatakan, bantuan CSR dari Pertagas bagi warga yang sebagian besar adalah petani sawit dan sawah ini membuat perekonomian meningkat. Karena terus mendapatkan bimbingan dari Pertagas dan peningkatan infrastruktur.

“Dalam tahun ini juga kami akan mendapatkan kembali fasilitas untuk arena bermain anak-anak dari Pertagas, Kami berharap adanya bantuan ini bisa kembali membangkitkan sektor pariwisata desa yang selama ini terhenti karena pandemi Covid 19,” ujar Yudhi.

Dituturkan Yudhi, dengan bangkitnya pariwisata di desa maka perekonomian masyarakat akan semakin meningkat. Baik dalam bidang UMKM maupun usaha lainnya.

“Sebelum pandemi Covid 19 lalu, wisatawan banyak berkunjung kesini bukan hanya dari masyarakat Sumsel, bahkan ada yang dari Sawah Lunto Sumatera Barat,” tutur Yudhi.

Dijelaskan Yudhi, untuk meningkatkan warga dalam menanggulangi sampah plastik ini, pemerintah desa telah membuat satu aturan di mana setiap masyarakat yang ingin mengurus administrasi harus memberikan botol plastik.

“Ada peraturan desa kita, bahwa setiap warga yang ingin mengurus admintrasi di kantor desa harus memberikan botol plastik dan tidka ditentukan jumlahnya. Ini salah satu upaya kita untuk menekan korupsi jadi tidak menggunakan uang,” jelasnya.

Humaira, Community Development Officer OSSA PT Pertagas Perwakilan Sumsel, menjelaskan pihaknya sangat mendukung program Desa Sidomulyo dalam meningkatkan perekonomian, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan infrastruktur.

Program pembinaan desa ini dimulai dari Proklim 2019 lalu, Dan Desa Sidomulyo ini berhasil meraih Proklim Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Semangat gotong-royong masyarakat Desa Sidomulyo, membuat kita makin mudah melakukan pembinaan mitigasi dalam upaya perubahan lingkungan,” ujar Humaira.

Dijelaskan Humaira, program pembinaan Desa Sidomulyo, dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi, infrastruktur dan pembinaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Di Sumsel ini ada 3 desa binaan Pertagas, selain Desa Sidomulyo ini, juga ada di Cambai Agung dan Gunung Ibul semua di Kota Prabumulih. Tetapi untuk 2 desa ini kita fokuskan pada peternakan dan kreatif masyarakat,” jelasnya. (noverta)

You may also like

Leave a Comment