Home Opini Silaturahim ke Orangtua Teman dan Menulis Buku

Silaturahim ke Orangtua Teman dan Menulis Buku

by Slyika

Minggu lalu di tengah jadwal yang padat, secara hampir bersamaan, saya menerima pesan lewat WA dari dua teman. Kedua kiriman tersebut menarik perhatian saya.

Teman yang pertama menyampaikan aktivitasnya silaturahim ke para orangtua kawan-kawannya yang menurutnya sangat menyenangkan dan mengesankan sekali. Selain itu membuat dirinya makin bergairah melaksanakan berbagai aktivitas.

“Setelah melaksanakan silaturahim ke para orangtua kawan-kawan saya tersebut, baru saya tahu kenapa Pak Aqua selama ini senang dan intens melakukan kegiatan itu. Saya merasakan langsung kenikmatannya yang tiada tara. Apalagi semua yang didatangi menunjukkan wajah bahagia dan gembira,” ungkap teman tersebut.

Sebelumnya, lanjut teman itu, dirinya selalu bertanya-tanya dalam hati apa yang menyebabkan saya rajin dan intens silaturahim ke para orangtua teman-teman. Aktivitas tanpa pamrih yang rutin saya lakukan selama puluhan tahun.

Ada pertanyaan mendasar: apa yang saya cari dari rutinitas silaturahim tanpa pamrih ke orangtua teman-teman saya? Apalagi aktivitas itu sudah dilaksanakan secara konsisten selama puluhan tahun.

Setelah melakukannya sendiri baru teman itu merasakan langsung manfaatnya. Dia jadi ketagihan dan bertekad untuk konsisten melaksanakannya. Akan mengalokasikan waktu khusus buat kegiatan tersebut. Teman itu ingin meneladani saya.

Pengalaman saya selama puluhan tahun melaksanakan silaturahim, umumnya semua orangtua yang didatangi senang sekali. Apalagi saat jumpa dengan saya, ada yang menyampaikan curahan hatinya. Memposisikan saya seperti anak kandungnya.

Lebih Bahagia
Dengan sabar saya menyimak seluruh yang disampaikan mereka. Sekali-kali berkomentar. Menyampaikan apresiasi atas semua hal yang telah dilakukan orangtua tersebut. Juga terhadap berbagai prestasinya.

Biasanya para orangtua itu makin semangat bercerita. Saya lebih termotivasi lagi menyimak semua yang disampaikan mereka.

Tidak hanya itu. Kepada semua orangtua yang didatangi, dengan tulus saya selalu memohon doa agar sekeluarga selalu sehat dan bisa konsisten melaksanakan berbagai aktivitas yang bermanfaat untuk banyak orang. Sehingga keberadaan kami selalu dirasakan orang lain.

Teman itu menambahkan, “Saya jadi tahu rahasia kenapa Pak Aqua senang sekali silaturahim ke para orangtua teman-teman bapak. Saat melaksanakan aktivitas mulia itu, bapak bisa merasakan langsung kebahagiaan orangtua yang ditemui. Anaknya yang merupakan teman bapak pasti perasaannya sama. Pak Aqua tentunya lebih bahagia lagi.”

Meski baru melakukan itu, teman tersebut langsung dapat merasakan semua itu. Seluruh yang disampaikannya benar sekali. Saya adalah orang yang paling bahagia bisa melakukan semua aktivitas positif tersebut.

Asyiknya melaksanakan silaturahim tanpa pamrih, tidak ada target apa-apa kecuali mengharapkan ridho dari TUHAN. Sehingga melakukannya sama sekali ngga ada beban. Jadi melangkahnya ringan sekali. Alhamdulillah…

Bakal Banyak Orang “Terprovokasi”
Teman kedua adalah seorang wartawan muda. Setelah berkomunikasi dengan saya dan tahu buku-buku karya saya laris manis, termasuk buku Trilogi The Power of Silaturahim, membuat dirinya ingin juga menulis buku.

Ketiga buku yang masuk dalam Trilogi The Power of Silaturahim berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”, “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Buku yang pertama berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”, sudah dicetak delapan kali sebanyak 160 ribu eksemplar. Setiap cetak jumlahnya 20 ribu eksemplar. Hasil penjualan bukunya telah dipakai membiayai umrah 124 orang.

Sedangkan buku kedua dan ketiga yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”, belum genap tiga bulan dipasarkan, sudah terjual sebanyak 22 ribu eksemplar. Total cetak dua buku itu sebanyak 40 ribu eksemplar.

Kepada teman yang menggebu-gebu menulis buku itu saya sarankan untuk menulis buku yang tema dan isinya sederhana, tidak rumit. Lebih bagus lagi jika yang terkait dengan kehidupan manusia pada umumnya. Sehingga banyak orang tertarik untuk membacanya dan isinya mudah dicerna.

Selain itu bukunya tidak usah tebal-tebal karena konsekuensinya pada biaya cetak dan harga buku. Jika dibanderol mahal maka akan sulit memasarkannya. Apalagi sebagai penulis baru yang namanya belum dikenal.

Untuk menerbitkan bukunya bisa menggunakan penerbit. Dapat juga melakukannya sendiri. Masing-masing ada plus minusnya.

Setelah menyimak semua info dari saya tentang penulis buku, teman itu makin semangat untuk segera menerbitkan bukunya. Apalagi dia bertanya pada orang yang tepat. Telah pengalaman menulis belasan buku dan memasarkannya.

“Terima kasih Pak Aqua atas semua infonya yang sangat penting. Mohon doa dan bantuannya agar buku saya segera terbit dan best seller seperti buku-buku karya bapak,” pungkasnya.

Saya sangat bersyukur karena kebiasaan positif silaturahim tanpa pamrih ke para orangtua teman-teman dan menulis buku menular ke orang lain. Saya yakin ke depan bakal banyak orang yang “terprovokasi” untuk ikutan secara intens melakukan aktivitas mulia tersebut. Aamiin ya robbal aalamiin.

Dari Bogor saya ucapkan selamat berusaha melaksanakan berbagai aktivitas positif secara konsisiten. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

You may also like

Leave a Comment