Spiritualisme Kebangsaan

Spiritualisme Kebangsaan adalah sebuah semangat atau spirit akan sebuah kecintaan pada Tanah Air, bangsa dan negara (kebangsaan/nasionalisme) yang didasari atas landasan keimanan yang teguh pada Yang Maha Kuasa.

Rasa nasionalisme itu adalah kuasa anugerah-Nya yang harus dijaga sepenuh hati.

Spiritualisme Kebangsaan adalah wujud rasa cinta Tanah Air, bangsa dan negara sebagai implementasi wujud rasa keimanan pada Tuhan, Sang Maha Pengasih dan Penyayang.

Mengakarnya semangat nasionalisme sebagai adanya suatu kesadaran batiniah yang lekat bahwa cinta Tanah Air, bangsa dan negara adalah mutlak wujud rasa cinta dan sayang kita pada Tuhan Semesta Alam yang telah begitu Pengasih dan Penyayang-Nya memberikan anugerah-Nya atas Tanah Air, bangsa dan negara kita.

Kesadaran spiritual atas perkenan Tuhan Sang Maha Segala yang telah mempersatukan sebuah entitas bangsa besar dalam sebuah negara di satu kesatuan utuh Tanah Air bersama itulah yang melandasi rasa keimanan atas sebuah rasa kebangsaan itu.

Oleh karenanya, mengingkari rasa kebangsaan kita sama saja dengan mengingkari kuasa Ilahi, Sang Pencipta atas bangsa ini.
Sebab tidak ada kuasa lain, selain kuasa-Nya yang telah membuat kita bersatu.

Perjalanan panjang nan terjal historis bangsa dengan ketokohan para pahlawan pendiri dan pemersatu bangsa adalah mutlak atas kehendakNya.

“…Hubbul Wathon, Minal Iman…Mencintai tanah air, bangsa dan negara adalah wujud iman kita pada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Maha Agung, Gusti Allah Swt, yang harus terus dipupuk dalam kalbu, sanubari, spiritualitas keimanan kita…”
(KH. Abdurrahman Wahid/Gus Dur)

Kebhinekaan, keragaman, kemajemukan, pluralitas bangsa besar ini adalah fitrah-Nya, anugerah-Nya yang harus kita jaga, rawat dan lestarikan untuk anak-cucu-cicit segenap warga bangsa besar ini.

“..a nation serves the country as the means of its strength, hence do not ever neglect your own nation, so we may be granted a strong one…
…rasa kebangsaan itu adalah sarana kuatnya sebuah bangsa, maka janganlah pernah sekali-kali mengabaikan rasa kebangsaanmu sendiri, supaya kita memiliki bangsa dan negara yang besar dan kuat…”
(Ir. Soekarno/Bung Karno)

.

Cintailah Tanah Air, bangsa dan negara ini sepenuh hati, sebagaimana Sang Maha Pengasih dan Penyayang telah menganugerahi negeri indah Indonesia ini dengan penuh kasih dan sayang-Nya.
Jayalah dan damailah selalu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita. NKRI Harga Mati!
Salam Indonesia Raya

HD. Febiyanto

Pengamat-Pemerhati Pengembangan Karakter Kebangsaan & Kenegarawanan

Related posts

Muba Maju Lebih Cepat : Pekerja Rentan Muba Terlindungi 

Bintara Muda Tewas Tak Wajar di Asrama, PKB: Polri Harus Transparan

DPR, Sengketa Lahan di Tanah Abang Harus Selesai Sebelum Rusun Subsidi Dibangun