Kisah Suharto Penjual Tanaman dan Ikan Cupang yang Meraih Laba

DEPOK-Tak ada yang menduga bahwa nasib baik terjadi pada Suharto. Inilah kisahnya kepada beritaind.com

Pria ini bernama Suharto. Ia telah pensiun dari perusahaan taksi dengan jumlah armada yang terbesar di Indonesia. Ketika itu ia di amanah memegang pucuk pimpinan sebagai Ketua Serikat Pekerja. Seiring dengan perjalanan waktu, ia pensiun. Dewi Fortuna di tangannya, ia beruntung usai lepas kerja itu, ia bergabung di perusahaan pelayanan jasa transportasi di Jakarta.

Tak diduga olehnya, pandemi covid-19 melanda Indonesia bahkan dunia, ia pun mengerjakan tugasnya di rumah, Work From Home (WFH). Ditengah inilah, pekerjaannya cepat ia tuntaskan, banyaknya waktu luang yang ia alami.

“Saat WFH saya coba kembali main ikan Cupang. Sebenarnya saya tempo hari pernah hobi di Cupang dan pernah ternak. Tetapi waktu itu penggemarnya tidak seperti sekarang ini. Kegemarannya saya di Cupang kembali saya olah,” ucap Suharto kepada beritaind.com, Sabtu (20/2/21).

Hobinya yang sejak lama itu ternyata menghasilkan uang. Kini, ia pun harus memainkan kesukaannya itu, kembali bergelut dengan Cupang. Mulai dari perkembangbiakan Cupang hingga menjual anak Cupang serta Cupang yang telah siap dipandang kedua kelopak mata. Cupang yang bersisik menarik dan berharga menarik juga untuk pecinta ikan hias.

“Hobi saya yang sejak dulu itu (cupang, maskoki) kembali saya asah. Kini sudah menghasilkan uang. Ya lumayanlah,” katanya sembari tersenyum.

Menurut pria yang bermukim di Depok, Jawa Barat ini, penjualan yang dilakoninya adalah online. Dengan share di media online itu ia mendapatkan banyak respon dari pembeli. Tentunya ia mengirimkan penawaran penjualannya itu tak hanya di satu media online, tetapi beberapa media jualan online lainnya, seperti Tokopedia dan lainnya.

“Nah untuk harganya sangat bervariasi untuk cupang. Mulai dari Rp150 ribu sampai Rp250 ribu. Cupang yang saya jual adalah ikan yang tidak terlalu mahal. Yang penting banyak dicari pehobi cupang. Sebenarnya banderol cupang itu beraneka ragam, tergantung dari jenisnya. Misalnya, tipe Avatar, Pensi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Memelihara ikan Cupang ini sangat mudah dan simpel dibandingkan dengan ikan lainnya yang harus ketelitian dalam memberikan makanannya.

Tanaman Hias

Selain Cupang, Suharto juga hobi dengan tanaman. Justru pepohonan hias inilah ia suka sejak kecil. Mungkin turun dari Ibundanya. Kedua tangan Suharto sama dengan tangan orangtuanya itu yang ‘dingin’ (menghasilkan perkembangbiakan).

“Prospek tanaman bagus. Karena itu hobi sejak SMA mungkin turunan dari ibu saya lanjutkan. Lihat saja di sini ada Kamboja, lipstik, jandabolong, cardinal, snowhite, dan masih banyak lagi yang dipajangkan di area depan teras rumah saya ini,” katanya.

Menurutnya, yang paling laris untuk tanaman adalah Kamboja. Pohon itu yang banyak dibeli. Dan harganya juga lumayan. Semakin banyak lekukan akar dan cabangnya serta bunganya bertumpuk,, Kamboja makin mahal.

“Tidak mudah untuk menjadikan cabang akar itu. Perlu bertahun tahun. Penuh ketelatenan Yang uniknya juga ada Kamboja Bonsai,” ucapnya lagi.

Sembari menghasilkan uang, Cupang dan tanaman bisa hilangkan stress.

Anda ingin tahu tanaman hias yang dihasilkan Suharto dan Cupang? Silakan bisa kontak di nomor selularnya, 081281476003.

Related posts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia

FFH Edisi ke-5, Pengaruh Negatif Film Dijaga Lewat Sensor dan Suzanna Film Terpilih

Takato Castle Park Dipenuhi Wisatawan Saat Sakura Mekar Sempurna