Cinta Tanah Air, Filosofi akan Cinta Kita Pada-Nya

Penulis bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Cinta Tanah Air adalah suatu kondisi psikologis-emosional setiap warga bangsa yang menyatakan dan mengungkapkan sejauhmana dan seberapa dalam rasa kasih-sayangnya pada tanah tempat kelahirannya.

Tempat kelahiran atas kuasa dan garisan dari Yang Maha Agung bagi kita untuk lahir di dunia ini pada tanah itu, untuk kita terima dengan sepenuh, segenap, setulus-hati kita rawat, jaga dan lestarikan sepanjang hayat dikandung badan.

Tempat dimana kita dibesarkan, bertumbuh sebagai sebuah kesatuan entitas bangsa yang atas kuasaNya itu lahir di tanah air yang sama.

Cinta Tanah Air sebagai wujud implementasi bagaimana kita secara segenap, setulus dan sepenuh hati merawat tanah dan air milik kita bersama ini.

Kecintaan sebagai wujud rasa kebangsaan, nasionalisme ini harus terus senantiasa ditumbuh-kembangkan dan digelorakan dalam sanubari setiap kita.

Rasa memiliki terhadap tanah air bersama ini harus selalu didengungkan sebagai sebuah tanah tumpah darah, sebuah tanah tempat tumpahnya darah ibunda kita ketika bertaruh nyawa melahirkan kita.

Dan sebagai Ibu Pertiwi yang harus kita cintai, kasihi dan sayangi, laksana Ibunda kita yang telah mengandung dan melahirkan kita untuk besar dan tumbuh di Tanah Air ini.

Mencintai, mengasihi dan menyayangi segala sesuatu yang ada di dalam pangkuan Ibu Pertiwi ini, baik keragaman adat istiadat, suku, seni dan budayanya.

Tanah Air, tempat lahir, besar dan tumbuh, tempat lumbung pangan yang menghidupi semua dari kita, tempat dimana hati kita tersejukkan dan terlepaskan dahaga oleh jernih, murni dan beningnya air tanah kelahiran tercinta ini.

Maka sudah sepatutnyalah apa yang Tuhan, Yang Maha Kuasa telah anugerahkan pada kita, harus senantiasa kita jaga, rawat dan lestarikan untuk kesejahteraan setiap kita, insan warga bangsa tercinta ini, pun jua untuk kita wariskan Tanah Air nan damai, permai, sentausa ini bagi kesejahteraan anak-cucu kita di hari esok nan cerah-gemilang.

Sebab Tuhan Yang Maha Esa, Gusti Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang itu sudah mengkaruniai, menganugerahkan kita tanah air tercinta ini dari Sabang, Aceh sampai Marauke, Papua – Miangas, Sulawesi-Utara hingga Rote, Nusa Tenggara Timur, yang musti kita cintai, kasihi dan sayangi sebagai wujud rasa syukur dan keimanan kita pada-Nya.

Karena sejatinya, Tanah Air Nusantara Indonesia Raya dari sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah wujud kuasa atas cinta, kasih dan sayang-Nya bagi kita, warga bangsa dari negara yang besar ini.

Cinta Tanah Air, sebuah filosofi akan Cinta kita pada-Nya. Salam Cinta Tanah Air.

HD. Febiyanto
Motivator Komunikasi Strategis-Pemerhati Pengembangan Karakter Kebangsaan dan Kenegarawanan

Related posts

Bersyukur Semua Teman di Kejaksaan Promosi Kajati dan Sekretaris Jaksa Agung Muda

Pernyataan Resmi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia

Umat Islam Siap Syahid Bela Jusuf Kalla