Kabupaten OKI, Kerja Keras Raih Prestasi

Kabupaten OKI, Kerja Keras Raih Prestasi. Foto/Ist

MESUJI – Tahun ke delapan kepemimpinan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan Iskandar SE dan Dja’far Shodiq banyak mengalami perubahan.

Baik pada pembangunan infrastruktur maupun dalam bidang ketahanan pangan dan kesehatan. Pemkab OKI terus bekerja keras meraih prestasi dan mengejar program pembangunan.

Fokus pada semua bidang, yaitu ekonomi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, perkebunan hingga pariwisata.

Tidak heran selama era kepemimpinan Iskandar SE dan Dja’far Shodiq, banyak investor berdatangan, salah satunya dibangun pelabuhan khusus laut internasional dan terbesar di Pulau Sumatera.

Pelabuhan dibangun kurang lebih 18 bulan oleh Sinarmas Group. Bukan hanya dalam bidang infrastruktur, tetapi juga dalam bidang pertanian.

OKI, menjadi Penyumbang pangan nasional dengan luas areal 160.058 hektare dan hasil produksi gabah kering giling mencapai 808.620 ton pada tahun 2020 dan suplus beras mencapai 263.254 ton hasil produksi petani.

Kabupaten yang memiliki luas 19.023 M2 juga mempunyai hasil perkebunan yang melimpah seperti sawit dengan hasil CPO 204.148 ton, sementara karet alam mencapai 119.123 ton dari luas wilayah 106 ribu hektare lebih.

Dalam bidang maritim potensi OkI juga cukup melimpah, misalnya saja perikanan OKI penghasil 34.192 ton untuk perikanan laut dan perikanan budidaya mencapai 67.764 ton.

Dalam bidang pariwisata, OKI mempunyai Pulau Maspari dengan keindahan alamnya yang mempersona, serta Danau Teluk Gelam yang akan dijadikan pusat medical tourims.

Bupati OKI Iskandar SE mengatakan, pembangunan di OKI dilakukan langsung dengan pemanfaatan pada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Masih banyak lagi potensi OKI yang sekarang sedang kita gali untuk meningkatkan kesejahteraan, misalnya usaha kerajinan tikar purin dan juga pemanfaatan hasil laut untuk perekonomian usaha kecil,” ujar Iskandar.

Menurutnya, pemerintah tidak harus membangun gedung mewah dan bertingkat, tetapi dari pembangunan ini masyarakat dapat merasakan. Dahulu, jalan yang dulunya berlobang kini telah mulus.

“Slogan pembangunan OKI dari desa benar-benar terasa, bahkan sekarang ada daerah yang tadinya belum dialiri listrik sekarang sudah terwujud,” tegasnya. (noverta)

Related posts

PKB Berharap RUU PPRT Disahkan Setelah 22 Tahun Dibahas

Puan: Perempuan Bukan Objek Tapi Subjek Aktif yang Ikut Tentukan Perjalanan RI

Komisi X: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Perlu Belajar dari Korsel