Sumsel Dorong Inseminasi Buatan Sertifikasi Nasional

PALEMBANG– Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan inovasi program pengembangan bibit sapi unggul. Salah satu caranya dengan mendorong program inseminasi sertifikasi nasional.

Pada awal April ini rencana 4 sertifikasi inseminasi berstandar nasional akan dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Kementerian Pertanian.

“Ada 7 sample Inseminasi yang kita ajukan ke Jakarta, dan 4 diantaranya akan keluar SNI nya pada awal April ini,” ujar Iskandar Zulkarnain, Kepala UPTD Balai Inseminasi Buatan Dinas Perternakan Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (16/3/2021).

Menurut Iskandar Program Inseminasi Sapi Buatan jika sudah mengantongi SNI tentunya dapat bermanfaat bagi petani dalam mengembangkan bibit sapi unggul dan ini bukan hanya di Sumsel tetapi juga seluruh Indonesia.

“Di Sumatera ini yang sudah ada SNI untuk inseminasi baru Sumatera Barat, dan kita berharap Sumsel ini yang kedua di Sumatera sehingga bisa menuju swasembada daging dan juga bisa memberikan PAD lebih besar bagi Sumsel,” jelasnya.

Iskandar mengatakan UPTD Balai Inseminasi Buatan untuk sapi ini sudah berdiri sejak tahun 2002, tetapi untuk sertifikasi nasional baru sekarang.

“Selama ini kendala yang kita hadapi peralatan laboratorium yang masih manual, dan juga pakan masih terbatas, sehingga SNI terlambat,”tutur Iskandar.

Sementara itu Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati mengatakan pihaknya sangat mendukung program Inseminasi Buatan di UPTD Dinas Peternakan ini, karena ini bukan saja dapat meningkatkan PAD, tetapi juga mendorong usaha lainnya.
“Dengan adanya inseminasi buatan ini , tidak hanya bisa mengembangkan bibit sapi unggul tetapi juga dapat meningkatkan program Sumsel sebagai lumbung spai Nasional,” ujar Anita.

Menurut Anita diri secara berkunjung ke UPTD Balai Inseminasi Buatan, karena untuk melihat langsung kerja para petugas dan proses pembibitan sapi.

“Hasil kunjungan ini akan saya masuk agenda dalam rapat dengan Gubernur, untuk pengembangan Balai UPTD ini bersama dengan komisi II. Ternyata disini masih ada kekurangan seperti anggaran. Kalau tenaga tehnis sudah ada dan sangat baik,” jelasnya. (nover)

Related posts

Sepak Takraw Diperkenalkan ke Pelajar SD di Jakarta Barat, PSTI Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini

Komunitas Salihara Arts Center – Grup Tari Asal Taiwan, Hadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas 

Hasil Piala Thomas 2026 Sejarah Kelam yang Mengecewakan, Taufik Hidayat: PBSI Evaluasi Menyeluruh