JAKARTA – Semenjak pandemi, banyak aspek kehidupan yang mengalami perubahan. Misalnya saja aktivitas manusia yang tadinya lebih banyak dilakukan di luar rumah akhirnya menjadi lebih terbatas dan sebagian besar dilakukan dari rumah. Seperti halnya dengan Virtual Cat Show yang diadakan ICA Tangerang beberapa saat lalu.
Untuk meminimalisir resiko, jika sebelumnya acara cat show umunya dilangsungkan di mall, hotel atau tempat memadai lainnya. Maka selama pandemi, ICA Tangerang memilih mengadakan cat show secara virtual. Acara yang diikuti oleh 65 peserta ini berlangsung sukses.
Virtual cat Show/ Foto: Facebook Bonekaku Cattery
Persiapan yang dilakukan tentu berbeda dengan biasanya. Walaupun terlihat lebih mudah mengadakan acara cat show secara virtual karena tidak harus menyiapkan tempat dan sebainya namun kenyataannya tidak demikian. Menurut Citra Dewi Leona, salah satu anggota ICA Tangerang, mengadakan cat show secara virtual memiliki tantangan tersendiri.
“Pertama kita harus mencari jadwal juri yang pas dengan acara kita dan yang kedua masalah sponsor. Semenjak pandemi, kita tidak bisa mendatangkan juri-juri dari luar negeri. Biasanya panitia dibagi menjadi beberapa tim lagi. Ada yang mengurus bagian pendataan, promosi, dan lainnya. Biasanya bagian sponsor ini yang punya tantangan lebih banyak. Apalagi semenjak pandemi seperti sekarang, mencari sponsor untuk acara agak susah,” tutur wanita yang akrab disapa Citra ini.
“Contohnya acara virtual cat show propaganda beberapa waktu lalu. Seharusnya yang jadi juri cat show ada dua orang. Tapi karena salah satu juri mendadak berubah jadwal jadi akhirnya kita hanya bisa mempersiapkan satu orang juri. Satu orang juri biasanya menilai 60 kucing dari berbagai kriteria,” jelasnya lagi.
Juri yang didatangkan dari luar negeri pada acara Internasional Cat Show
Selama ini, Citra selalu ditunjuk menjadi bagian sponsorship. Menurut Citra, sebagai bagian dari tim sponsorship, ia memiliki prinsip tersendiri.
Dalam artian, sebelum meminta pihak tertentu menjadi sponsor, feed back apa yang bisa diberikan kepada pihak sponsor. Apalagi show yang dilakukan secara offline dan online pasti memiliki jumlah pengunjung yang berbeda.
Anggota ICA Tangerang
Acara yang diadakan di mall biasanya jumlah pengunjungnya pasti lebih banyak dan untuk menarik minat pengunjung biasanya pihak sponsor memberikan penawaran menarik. Misalnya potongan harga spesial untuk produk tertentu. Lain cerita jika acara show diadakan secara virtual. Berhubung hanya dilakukan melalui zoom online, tentu hanya peserta dan juri saja yang hadir.
Persiapan Cat Show offline ICA Tangerang
“Biasanya kami bantu sounding ke sosmed pihak-pihak mana saja yang menjadi sponsor acara. Setelah itu meminta teman-teman untuk follow akun sponsorship yang terkait,” kata Citra.
Sebagai bagian dari tim sponsorship, Citra tentu harus memiliki jaringan yang luas dan bersikap humble terhadap semua orang. Walaupun sudah menguasai semua faktor, tetapi terkadang mencari pihak yang serta merta langsung mau menjadi sponsor bukan hal yang mudah. Beberapa penolakan juga sering dirasakan Citra, namun ia mengaku harus tetap optimis dan semangat.
Ia yakin dan percaya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan Tuhan selalu memberikan pertolongan di waktu yang tepat.
“Saya beberapa kali mengalami kejadian begitu. Saya bilang keajaiban ya. Misalnya nih, acara tinggal beberapa hari lagi, tapi target sponsor belum tercapai. Di tengah kebingungan, saya berdoa. Eh gak lama pihak A telepon, pihak B juga kasih info kalau mau bantu jadi sponsor. Wah langsung lega. Pokoknya harus lega dan tetap semangat,” tuturnya.
Virtual Propaganda Cat Show ICA Tangerang yang sudah diadakan beberapa saat lalu disponsori oleh @brownpetnco @kittybincathouse @cacagroomingcats @amani_cattery @giwarfcattery @petcargoardypoppy @etnikacattery.
Selain adanya dukungan dari pihak sponsor, acara cat show tentu tidak akan sukses jika tidak ada peserta yang mengikuti. Bersyukurnya, walaupun diadakan secara online, hal ini tidak menyurutkan antusiasme peserta untuk ikut mendaftar.
“Banyak peserta dari berbagai kota di Indonesia ikut mendaftar. Bahkan waktu itu pendaftaran sudah ditutup, tapi masih saja banyak yang mau ikut mendaftar lagi,” tandas Citra.