Semenjak pandemi, permintaan untuk mengadopsi (membeli) kucing semakin tinggi. Hal ini disebabkan banyak orang merasa jenuh terus menerus berada di rumah sehingga mencari hiburan dan aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan tanpa harus pergi keluar.
Hal ini juga diakui oleh Cik’kaa, pemilik DnA Cat House yang berlokasi di Palembang. Di awal pandemi, Cik’kaa mengaku sempat khawatir. Namun ternyata beberapa bulan setelah diberlakukan PSBB, permintaan orang yang ingin membeli kitten justru bertambah banyak. Entah itu untuk teman main anak di rumah atau dirinya sendiri.
Nama DnA Cat House bagi masyarakat Sumsel sudah tak asing lagi. Pelanggan DnA Cat House banyak juga yang berasal dari wilayah luar kota Palembang, seperti Lampung, Baturaja, Lahat, Prabumulih dan banyak lagi lainnya. Biasanya untuk pengiriman kitten ke luar kota, Cik’kaa sudah memiliki travel langganan yang sudah faham bagaimana menghandle kucing sehingga ia tak perlu khawatir.
Kitten hasil breed DnA cat House
Selain menyediakan berbagai jenis kitten peaknose maupun flatnose yang lucu dan menggemaskan, DnA Cat House juga menyediakan pet hotel. Selain itu Cat House ini juga terkenal dengan jasa pacak (kawin) kucingnya. Berhubung permintaan untuk mengawinkan kucing lumayan banyak, Cik’kaa akhirnya menyiapkan 5 ekor pejantan persian dengan corak yang berbeda.
Di antara 5 pejantan tersebut, ada satu pejantan DnA Cat House yang punya banyak penggemar. Banyak orang ingin mengawinkan kucing mereka dengan pejantan white solid Cik’kaa yang bernama Teddy.
Teddy
“Saya pelihara kucing persia dari tahun 2011, tapi baru mulai jadi breeder tahun 2015. Dulu masih jarang ada jasa pacak kucing pesek (peaknose). Orang yang punya kucing betina tapi gak punya pejantan akhirnya cari jasa pacak. Teddy ini termasuk senior. Umurnya sudah mau 10 tahun. Banyak yang request kucingnya dikawinkan dengan Teddy karena biasanya nanti hasil anaknya cerah, dominan putih, tulangnya juga besar,” jelas Cik’kaa.
Salah satu hasil anakan Teddy
Tentu ada suka duka menjadi seorang breeder. Di balik penampilan anak-anak kucing yang lucu dan menggemaskan, pastinya ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Apalagi kucing di DnA Cat House saat ini jumlahnya puluhan. Mereka semua tentu membutuhkan perawatan dan perhatian ekstra.
“Perawatan kucing saya sebetulnya seperti pada umumnya saja. Kasih makanan yang sesuai dengan kebutuhan para kucing, setiap pagi mereka rutin saya jemur, cat room dan semua perkakas seperti wadah makan, minum, dan litter box harus dibersihkan, kasih vitamin dan sering ajak kucing-kucing ngobrol sambil main. Jangan lupa juga sisir bulunya sambil dielus-elus,” jelas wanita yang memiliki nama asli Eka Trisnawati ini.
Menunggui proses kucing melahirkan sampai selesai wajib dilakukan Cik’kaa
Dari kecil, Cik’kaa memang senang dengan kucing. Ia bahkan sudah mengganggap kucing-kucing peliharaannya sebagai anaknya sendiri. Saking dekatnya dengan Cik’kaa, indukan-indukan di DnA Cat House selalu memberi tanda setiap akan melahirkan.
“Biasanya saya catat kapan tanggal terakhir kawin supaya gak lupa dengan HPL-nya. Kalau saya lupa, biasanya indukan yang mau melahirkan itu ribut banget, meong-meong terus. Begitu saya deketin, gak taunya mereka sudah mau melahirkan dan minta ditungguin. Sering juga sampai semalaman gak tidur gara2 jadi bidan nungguin kucing lahiran. Walaupun kebanyakan semua indukan pintar ngurus anak tapi kita tetap harus waspada, khawatir ada kejadian di luar perkiraan. Misalnya kelahiran sungsang atau bayi yang gak bisa bernafas karena tenggorokannya ketutupan lendir,”tutur Cik’kaa.
Memiliki indukan yang melahirkan dalam jarak berdekatan juga membuat wanita kelahiran 20 April 1989 ini harus memberikan perhatian ekstra. Ia harus memantau perkembangan bayi-bayi kucing setiap jam. Memastikan mereka semua mendapatkan ASI induknya. Belum lagi jika harus berurusan dengan kucing sakit. Cik’kaa harus merawat dengan sabar dan telaten serta membawa mereka yang sakit ke dokter hewan.
Cik’kaa rupanya pernah punya pengalaman unik. Suatu ketika ada indukan yang tak tertolong saat melahirkan. Saat itu tidak ada indukan yang menyusui, Cik’kaa sempat kebingungan. Walaupun sudah mencoba memberi susu spesial kitten dengan berbagai macam merk, bayi-bayi kucingnya malah mencret. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dalam benaknya kala itu.
“Kitten 4 ekor yang gak bisa nyusu ke induknya akhirnya dikasih ASI milik saya. Saya tuang ASInya ke botol dot spesial untuk kitten. Kebetulan saya lagi nyusuin anak juga jadi suka pompa ASI. Ternyata kitten-kitten itu mau, gak mencret lagi dan sehat sampai sekarang,” kata Cik’kaa sambil tertawa.
Semenjak menjadi seorang breeder, banyak ilmu yang sudah ia pelajari. Mulai dari membantu proses kelahiran kucing, mengobati dan merawat ketika sakit dan masih banyak lainnya.
Cat room DnA Cat House
Perjuangan Cik’kaa membesarkan DnA Cat House tak sia-sia. Berkat usahanya, saat ini Cik’kaa sedang mempersiapkan cat house yang lebih besar lagi.
“Sebetulnya uang hasil penjualan kucing ya baliknya ke kucing lagi, untuk stok makan, vitamin, pasir dan lainnya. Kalau ada sisa baru ditabung. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit,” pungkasnya. (slyika)