Sensasi Gerd Timbulkan Berbagai Kecemasan, Simak 11 Jurus Ampuh Atasi Anxiety, Nomor 9 Wajib Dilakukan

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan suatu kondisi gangguan kesehatan yang ditandai dengan melemahnya naiknya asam lambung dapat menimbulkan berbagai macam sensasi yang membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman. Namun sensasi yang dirasakan setiap penderita Gerd tidaklah sama.

Gejala Gerd yang umum dirasakan antara lain, Sensasi Globus atau terasa ada yang mengganjal di tenggorokan, sering sendawa, mual, sakit perut, tangan dan kaki terasa dingin, mengalami gangguan tidur dan yang paling sering dialami yakni gejala heartburn, yaitu rasa nyeri dan sensasi terbakar di ulu hati, dada, hingga tenggorokan.

Namun dari semua sensasi,  keluhan jantung berdebar atau palpitasi  disertai dengan rasa sakit di dada sebelah kiri paling sering menimbulkan rasa ketakutan dan cemas bagi para penderitanya atau biasa disebut dengan Anxiety.

Ketika sensasi datang, maka alam bawah sadar merespon dengan pikiran seolah-olah akan mengalami serangan jantung bahkan ketakutan akan kematian juga sering melintas. Banyak penderita Gerd sampai harus melarikan diri ke UGD rumah sakit terdekat karena mengalami serangan anxiety.

Tidak bisa dianggap sepele, Gerd dan Anxiety merupakan kondisi gabungan dari masalah fisik serta psikis. Jika dibiarkan terus menerus terjadi, kualitas hidup penderita pasti dapat menurun drastis dan hal ini tentu membawa dampak serius bagi penderitanya.

Berdasarkan keterangan yang sudah dihimpun dari berbagai sumber, berikut 10 tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi anxiety atau kecemasan berlebih.

1. Meditasi

Kecemasan dan rasa panik merupakan emosi negatif. Teknik meditasi sederhana bisa menjadi trik untuk menenangkan diri. Duduk tegak, pejamkan mata, dan lakukan meditasi. Jika sensasi datang, carilah tempat yang tenang untuk menyendiri dan melakukan meditasi. Sebab ketika serangan cemas datang, tubuh akan menjadi lebih tegang. Meditasi dapat membantu membuat tubuh menjadi lebih rileks.

2. Lakukan Teknik Pernafasan 5-3-5

Serangan panik menyebabkan debaran jantung menjadi semakin cepat. Jika semakin panik, hal ini tentu akan memperburuk keadaan. Untuk menenangkan pikiran, maka coba lakukan teknik pernafasan 5-3-5. Tarik nafas panjang melalui hidung selama 5 detik, lalu tahan selama 3 detik dan hembuskan perlahan lewat mulut dalam hitungan 5 detik. Ulangi 3-5 kali.

3. Coba Gunakan Metode 3-3-3

Metode 3-3-3 diyakini bisa menjadikan penderita anxiety menjadi lebih tenang karena pikiran negatif dapat teralihkan. Caranya adalah sebut tiga bagian tubuh dengan suara lantang, setelah itu gerak-gerakkan bagian tubuh yang kamu sebutkan tadi dengan santai. Lakukan berulang sampai kamu bisa merasa rileks.

4. Berdoa

Sensasi Gerd yang datang berujung pada pikiran takut akan kematian. Untuk mengatasi anxiety, kita bisa melakukan meditasi sambil berdoa. Bagi muslim, berdzikir akan sangat membantu menenangkan hati dan juga pikiran. Serahkan diri kita kepada Yang Maha Kuasa. Yakinkan diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Bantu tenangkan diri dengan mendengarkan Murotal Al-Qur’an.

5. Pikirkan Hal yang Indah

Rasa cemas dan takut merupakan energi negatif, maka lawanlah semua itu dengan energi positif. Setelah melakukan 4 langkah di atas, maka langkah selanjutnya adalah mengingat berbagai momen indah yang terjadi dalam hidup kita. Misalnya momen pernikahan, kelahiran anak, lulus kuliah, ulang tahun, atau apa saja yang dapat membuat kita merasa senang.

6. Dengarkan Musik

Kecemasan dapat berkurang dengan musik. Hal tersebut terjadi karena peningkatan suasana hati dan kesegaran tubuh. Terapi musik dapat digunakan untuk membuat otot menjadi lebih santai sehingga rasa cemas akan menurun. Dengan tubuh yang rileks, maka pikiran-pikiran negatif yang menyerang juga akan semakin berkurang.

7. Alihkan Perhatian

Ketika sensasi datang dan anxiety mulai menyerang maka segera alihkan pikiran kita. Lakukan hal-hal menyenangkan yang dapat membuat kita lebih santai, misalnya membaca buku, menonton film lucu, atau menulis. Bagi sebagian orang, menulis ternyata bisa menjadi obat penyembuh. Dengan menulis, kita bisa menumpahkan semua uneg-uneg dan juga mengekspresikan diri.

8. Afirmasi Diri dengan Kalimat Positif

Ternyata setiap pikiran yang dipendam dalam pikiran kita mengeluarkan berbagai senyawa kimia. Maka ketika diri kita fokus pada pikiran negatif, hal ini dapat mengakibatkan depresi.

Ketika sensasi datang, maka hal yang perlu dilakukan adalah memenuhi pikiran kita dengan berbagai kalimat positif, seperti “Saya sehat, saya kuat, saya bahagia”, “Sensasi ini akan segera hilang” “Saya yakin bisa melewati semua ini”

Menurut penelitian, berpikiran positif dan optimis ternyata dapat membantu tubuh menurunkan produksi kortisol dan meningkatkan produksi serotonin dalam otak.

9. Hindari Stres

Gerd dapat membuat penderitanya menjadi stres berkepanjangan atau sebaliknya. Stres justru memicu timbulnya gangguan asam lambung. Gerd dan stres seolah menjadi mata rantai yang tidak terputus. Maka ingatkan diri kita agar dapat mengelola rasa stres dengan baik.

Tingkatkan ibadah dan semakin mendekatkan diri kepada tuhan. Hal ini harus dijadikan prioritas agar kita dapat mengendalikan berbagai pikiran negatif yang muncul seperti stres, takut, panik, frustasi, putus asa dan sebagainya.

10. Makan dan Minum yang Cukup

Sebagian penderita Gerd mengalami penurusan nafsu makan. Hal ini bisa disebabkan karena rasa khawatir dan takut jika sensasi akan timbul kembali setelah makan. Padahal jika asupan berkurang bisa menyebabkan kadar gula darah rendah yang membuat kecemasan justru semakin memburuk.

Perbanyak minum air putih. Tubuh yang kekurangan air atau dehidrasi bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Hal ini tentu akan semakin memperburuk anxiety.

11. Ubah Gaya Hidup

Jika ingin menghilangkan suatu masalah, maka cari tau dulu apa penyebab masalah tersebut. Tidak ada asap tanpa api, begitu juga Gerd. Cari tau segala info tentang Gerd termasuk penyebab dan apa saja pantangan yang tidak boleh dilakukan penderita Gerd.

Koreksi diri sendiri dan ingat-ingat kembali, apakah selama ini kita sudah disiplin dan tidak melanggar berbagai pantangan yang dapat menimbulkan sensasi gerd.

Setelah itu berjanjilah kepada diri sendiri untuk berubah. Misalnya ubah pola makan (tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan asam lambung naik), tenangkan pikiran dengan cara berpikiran positif, dan sebagainya.

Pasalnya yang bisa merasakan semua sensasi tersebut hanya diri kita sendiri. Jadi kalau tetap tidak mau berubah, jangan mengeluh jika sensasi Gerd akan selalu datang dan pergi. (slyika)

Related posts

CEO PT Strategy Art Entertainment Andree Dahlan Buka Kerjasama dengan Turki lewat Program Realty Show

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia

FFH Edisi ke-5, Pengaruh Negatif Film Dijaga Lewat Sensor dan Suzanna Film Terpilih