Peluang Bisnis di Tengah Pandemi, 40 Ekor Kelinci Hias Milik Dani Laris di Pasaran Tiap Bulan

PALEMBANG – Beternak kelinci hias dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan jika dilakukan dengan serius dan tekun. Apalagi di masa pandemi seperti ini, permintaan kelinci semakin meningkat. Banyak orang yang tertarik memelihara hewan berbulu ini.

Seperti cerita Dani, salah seorang peternak kelinci hias yang namanya sudah populer di Palembang. Berawal dari hobi, lelaki asal kota Palembang ini akhirnya serius menjalani profesi sebagai peternak kelinci hias. Awalnya Dani hanya membeli sepasang kelinci, namun setelah kelincinya berkembang biak, Dani mencoba untuk menjual anakan kelincinya tersebut. Ternyata banyak yang antusias.

“Tahun 2012 saya tertarik memelihara kelinci. Awal beli cuma dua anakan kelinci jenis lokal di pasar burung. Tapi ternyata saya kena tipu. Padahal minta sepasang, gak taunya dikasihnya jantan sama jantan. Waktu itu saya belum ngerti cara cek kelamin kelinci jadi percaya aja waktu pembelinya bilang kasih sepasang. Setelah memelihara kelinci selama setahun, baru mulai ngerti cara bedain kelinci jantan dan betina,” ungkap Dani sambil tertawa mengenang cerita.

Biasanya peternak akan memilih kelinci yang memiliki postur ideal dengan bulu tebal dan indah. Bahkan banyak juga yang mendatangkan indukan dari luar negeri. Saat ini Dani memiliki 40 ekor kelinci di rumahnya dengan berbagai jenis ras. Mulai dari English Anggora, Rex, Fuzy Lop dan lainnya.

Untuk merawat kelinci sebanyak itu, terkadang Dani harus dihadapkan pada situasi sulit. Menurutnya, tantangan sebagai peternak kelinci yang paling berat yaitu ketika menghadapi penyakit kembung plus diare. Kedua penyakit ini paling sering menyerang kelinci. Namun seiring berjalannya waktu, Dani pun semakin paham teknik menangani kelinci sakit sehingga resiko untuk kehilangan kelinci bisa diperkecil.

Setiap bulan, Dani mengaku bisa menjual anakan kelinci hias 30-40 ekor. Kisaran harganya pun beragam, dari ratusan ribu hingga jutaan tergantung jenis, kualitas dan corak warna. Peminat kelinci Dani mulai dari seputar wilayah Sumsel, Lampung, hingga Jambi. Keuntungan yang didapat Dani bervariasi. Terkadang bahkan bisa mencapai belasan juta sesudah dipotong biaya perawatan. Dani juga bisa mendapat penghasilan tambahan dari menjual berbagai aksesoris dan juga pakan kelinci.

Nama Dani di dunia perkelincian Palembang tentu sudah dikenal. Dani bersama kelinci hiasnya sering digandeng untuk mengisi berbagai event di mall. Pengunjung mall bisa berinteraksi secara langsung dengan kelinci-kelinci hias menggemaskan milik Dani. Tak hanya sekedar mengelus dan menggendong kelinci saja, ajang ini pun dijadikan momen bagi Dani untuk memberikan edukasi tentang cara merawat kelinci yang baik. Banyak pengalaman menarik yang Dani dapatkan selama mengadakan pameran kelinci hias di mall.

“Pengunjung yang bermain sama kelinci kebanyakan anak-anak, jadi seru aja liat anak-anak heboh dan antusias ngejar-ngejar kelinci,” ujar lelaki yang pernah memenangkan kontes kelinci di Yogjakarta ini.

Lelaki berusia 32 tahun ini mengaku tak pernah sedikit pun merasa bosan dengan aktivitasnya mengurus kelinci. Apalagi dari hobi merawat kelinci, Dani juga bisa mendapat penghasilan tambahan dari sana.

“Semoga ke depan dunia perkelincian Palembang bisa semakin maju. Sebab banyak manfaat yang bisa didapat dari memelihara kelinci. Kotorannya saja bisa dijadikan pupuk,” pungkas Dani. (slyika)

Related posts

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan