Timbulkan Kerumuman, Massa Bupati Simalungun Dituding Abaikan Prokes

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga dinilai mengabaikan protokol kesehatan saat menggelar acara ucapan syukur pasca pelantikan di kediaman pribadinya ,jalan Sangnawaluh, desa Pematang Simalungun kecamatan Siantar, Senin (26/4/2021).

Ratusan massa terlihat berdesakan di rumah bupati Simalungun tanpa menjaga jarak. Sayangnya terkesan tidak ada teguran dari bupati ataupun keluarganya.

“Bupati Simalungun saja tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, melakukan pelanggaran protokol kesehatan dengan adanya kerumuman massa di kediamannya, padahal jika masyarakat biasa pasti sudah dibubarkan,” ujar seorang warga Pematang Simalungun bermarga Damanik.

Padahal sebelumnya bupati Radiapoh sudah menyampaikan permintaan maaf karena tidak menggelar syukuran massal pasca pelantikan. Namun kenyataannya diperkirakan lebih dari 1000 orang massa berkumpul di kediamannya.

Direktur Institute Law of Justice, Fawer Full Fander Sihite meminta polisi untuk memproses hukum penanggung jawab kegiatan di kediaman bupati Simalungun karena mengabaikan protokol kesehatan dengan menimbulkan kerumunan massa.

” Jangan pandang bulu terhadap penindakan pelaku pelanggaran protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19, sekalipun bupati harus ditindak tegas jika tidak patuh mendukung program pemerintah mengatasi Covid 19″, ujar Fawer.

Humas Tim Satgas Covid 19 Simalungun, Akmal H Siregar mengatakan, para tamu yang datang ke rumah pribadi bupati Radiapoh H Sinaga tidak diundang secara pribadi namun datang karena kecintaan kepada pemimpinnya untuk mendoakan dan memberikan semangat menjalankan tugas.

Para tamu yang datang menurutnya juga diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dengan mencuci tangan serta memakai masker. (abd)

Related posts

Rencana PPN Jasa Jalan Tol, Komisi XI: Pemerintah Wajib Lakukan Kajian Mendalam

Dari Sobat Jadi Korban, Cak Imin Ingatkan Bahaya Nyata Dunia Digital

Puan Harap UU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan dan Diskriminasi terhadap PRT