Belajar Sejarah Jadi Seru dan Menyenangkan Bersama Komunitas Jelajah Budaya

Di era modernisasi dan globalisasi seperti sekarang, sebagian masyarakat terutama anak-anak muda generasi milenial kurang antusias dengan warisan kebudayaan bangsa. Tentu sangat disayangkan mengingat Indonesia memiliki banyak peninggalan budaya beragam dengan nilai historikal tinggi, mulai dari bangunan bersejarah yang telah menjadi Bangunan Cagar Budaya maupun kesenian tradisional.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, maka beberapa mahasiswa dan alumni perguruan tinggi di Jakarta membentuk sebuah perkumpulan bernama Komunitas Jelajah Budaya (KJB). Komunitas yang berdiri pada tanggal 17 Agustus 2003 ini berusaha mengedukasi sekaligus membangkitkan minat masyarakat terhadap warisan budaya bangsa melalui sejumlah aktivitas seru.

Sebelum pandemi Covid-19, KJB selama ini memiliki kegiatan rutin menjelajah secara langsung ke beberapa peninggalan budaya seperti Jelajah Kota Tua, Night Time Journey at Museum serta Diskusi sejarah dan budaya. Biasanya kegiatan ini dilakukan sebulan sekali di saat weekend karena anggota KJB sebagian besar para pekerja.

KJB juga sering mengadakan kegiatan menjelajah bertepatan dengan momen tertentu. Misalnya saja nih, ketika Imlek tiba. Biasanya para anggota KJB melakukan kunjungan ke Kawasan Glodok. Selain melihat suasana meriah disana, KJb juga memberikan edukasi mengenai sejarah Kawasan Glodok. Atau ketika hari kemerdekaan tiba, KJB melakukan kegiatan jelajah ke daerah yang menjadi sejarah proklamasi. Sambil berwisata, banyak ilmu dan wawasan yang bisa didapat.

Memasuki bulan ramadhan seperti saat ini, KJB biasanya juga mengadakan kegiatan menjelajah ke Kampung Arab. Sayangnya akibat pandemi Covid-19, seluruh kegiatan komunitas secara otomatis dibatasi. Namun hal tersebut tentu tak menyurutkan semangat KJB dalam berbagi ilmu.

“Komunitas Jelajah Budaya masih aktif mengadakan kegiatan menjelajah, namun dilakukan secara virtual. Nama kegiatannya jelajah virtual. Jadi kami mengumpulkan data berupa dokumentasi dan video-video yang disajikan secara virtual. Tujuannya mengakomodir masyarakat melakukan kajian sejarah dan penelitian,” ujar Kartum Setiawan, Ketua KJB.

Kartum Setiawan, Ketua KJB

“Para anggota KJB juga aktif mencari data tentang berbagai bangunan dan lokasi bersejarah di arsip nasional. Setelah itu dibentuklah sebuah tim yang bernama kawan penelusuran untuk meninjau lokasi secara langsung. Contohnya saja di daerah Nusa Kambangan. Orang-orang taunya hanya penjara saja. Padahal disana ada sebuah benteng yang orang gak tau. Kami survey kesana sekaligus mencari tau sejarahnya,” tutur Kartum melanjutkan cerita.

Kartum juga menjelaskan jika selama melakukan jelajah virtual, banyak pelajar yang antusias ikut bergabung. Selain menambah wawasan dan juga ilmu sejarah, kebetulan materi-materi pembahasan yang dihadirkan KJB juga sesuai dengan mata pelajaran sejarah yang sedang dipelajari.

“Contohnya di bulan September lalu, KJB mengadakan jelajah virtual dengan tema napak tilas proklamasi. Jadi pembahasannya meliputi peristiwa sebelum dan sesudah proklamasi. Lalu sejarah tentang Bandara Kemayoran. Sekarang kan sudah tidak ada. Jadi kami berikan visual tentang foto-foto bangunannya seperti apa, lalu sejarahnya bagaimana. Banyak generasi milenial antusias dan akhirnya ikut bergabung,” ungkap Kartum.

Jelajah Virtual Mengenai Sejarah Bank Indonesia

Jika belajar sejarah identik membosankan dan membuat jenuh. Maka hal ini tidak berlaku ketika kita bergabung bersama KJB. Narasi tentang berbagai macam sejarah budaya dikemas sedemkian menarik dan tidak membosankan sehingga paparan yang disajikan oleh KJB justru membuat kita menikmati alur cerita dengan semangat tanpa merasa jenuh.

KJB juga bekerja sama dan mendapat dukungan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan penjelajahan tak hanya dilakukan di seputaran kawasan Jakarta saja, KJB juga mengadakan kunjungan ke luar kota. Selain berwisata, menurut Kartum banyak pengalaman menarik yang bisa didapat. “Setiap daerah memiliki sejarah dengan keunikan masing-masing. Kami juga berharap kegiatan KJB bisa bermanfaat bagi masyarakat lokal. Setiap anggota komunitas bisa melihat kegiatan pengrajin kesenian di tiap-tiap daerah sambil mencicipi kuliner khas daerah tersebut.”

Serunya lagi, KJb juga mengadakan kegiatan eksvakasi arkeologi yakni penggalian di tempat yang mengandung benda purbakala. Temuan yang didapat pun bermacam-macam. Misalnya pecahan keramik, kaca, atau botol dan selanjutnya ditelusuri asal muasalnya. Untuk melakukan aktivitas ini, tentu sudah ada izin resmi yang dikantongi pihak KJB dari pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Ke depannya, KJB berharap akan lebih banyak lagi masyarakat yang sadar dan peduli mengenai pelestarian kebudayaan bangsa. (slyika)

Related posts

Jalin Sinergitas, FOL Gelar Bukber Antar Komunitas Mobil se Lampung

Komunitas Club Innova Reborn Lovers Chapter Lampung Berbagi di Bulan Suci

Anniversary ke-9 DGCI Region Lampung, Jadi Momentum Kebersamaan dan Refleksi