Gubernur WH: Kita Bangkitkan Budaya dan Peradaban Kesultanan Banten

Gubernur WH: Kita Bangkitkan Budaya dan Peradaban Kesultanan Banten. Foto/Humas

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengajak masyarakat Banten untuk membangkitkan kembali budaya dan peradaban Kesultanan Banten yang kooperatif dan toleran.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam Buka Bersama dengan MUI Provinsi Banten, FKUB Provinsi Banten, Pimpinan Ormas Islam, Forkopimda Provinsi Banten serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Banten di Rumah Dinas Gubernur Banten, Serang, Selasa (4/5/2021).

“Mudah-mudahan masyarakat Banten menjadi masyarakat yang berakhlakul karimah,” ungkap Gubernur.

Dikatakan WH, selama 4 tahun menjabat Gubernur Banten, perbedaan tidak menjadikan konflik. Hal itu sudah dibuktikan pula dalam beberapa pemilihan Kepala Daerah, dimana perbedaan pilihan politik tidak menjadi sumber atau pemicu konflik.

“Hanya di media sosial yang dijadikan tempat ekspresi pribadi. Budaya kita dari dulu kooperatif, kerjasama, dan toleransi. Sejak masa Kesultanan Banten, ada banyak suku dan budaya. Ada Cina, Bugis, Madura, dan lainnya,” tuturnya.

Dijelaskan dia, Pemprov Banten melakukan revitalisai kawasan Keraton Kesultanan Banten atau Banten Lama serta akan membangun Islamic Center sebagai salah satu upaya dalam membangkitkan kembali peradaban Kesultanan Banten. “Nilai-nilai budaya Kesultanan Banten kita kembangkan,” tegas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga mensosialisasikan serta menyampaikan latar belakang pelarangan Mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H untuk mengendalikan kasus penyebaran penularan Covid-19.

“Covid-19 harus dikenali betul. Kita harus berusaha. Pemerintah sudah mengeluarkan Rp14 triliun untuk biaya perawatan Covid-19. Kemarin strain dari India sudah masuk di Tangerang Selatan. Jadi mudik tidak boleh. Makanya disiapkan 19 titik penyekatan oleh Pak Kapolda,” tuturnya.

Dikatakan WH, tempat peribadatan diperbolehkan namun harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Melalui para Tokoh Agama, Gubernur juga menyampaikan permintaan maafnya jika kebijakan (larangan mudik) yang diambil pemerintah membatasi silaturahmi secara langsung.

Dalam kesempatan itu Ketua MUI Banten KH AM Romly mengajak para agamawan untuk mengajak masyarakat melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. “Negeri yang taat pada Tuhan, akan mendapatkan kemakmuran,” ungkapnya. (rls)

Related posts

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan