JAKARTA – Selama pandemi Covid-19 banyak aspek kehidupan yang terkena dampak, termasuk komunitas CVT (Combat Ving tsun). Sempat vakum selama hampir setahun menjalankan latihan, CVT kembali melakukan latihan rutin yang diadakan 1 kali seminggu, setiap hari akhir pekan. Pasalnya, komunitas yang fokus mempelajari teknik bela diri Wing Chun ini tidak bisa melakukan latihan secara Daring.
“Belajar Wing Chun tidak bisa hanya mempelajari teori saja. Harus ada praktek secara langsung. Karena apa yang dipelajari lewat teori terkadang berbeda dengan praktek,” tutur Rama. S. Nugraha, pemilik sekaligus instruktur CVT.
Jika biasanya CVT mengadakan latihan di daerah Cempaka Putih, maka selama pandemi ini tempat latihan diubah ke taman terbuka. Untuk meminimalisir resiko Covid-19, sebelum dan sesudah latihan, para anggota pun melakukan protokol kesehatan yang ketat.
“Jadi ketika sampai, setiap anggota wajib cuci tangan dan semprot satu badan pakai sanitizer. Wajib juga membawa baju ganti. Sebelum dan sesudah latihan harus ganti baju,” kata Rama.
Latihan yang dilakukan di taman terbuka ini juga merupakan salah satu upaya agar para anggota CVT bisa memiliki waktu bersilaturahmi. Rama juga menjelaskan jika CVT memang memiliki bonding yang kuat di antara para anggota. “Di CVT semua sudah seperti saudara. Jadi kalau latihan, gak ada batasan. Senior dengan senang hati ngajarin junior yang belum bisa.”
Satu tahun sekali, biasanya CVT mengadakan acara gathering yang diberi nama Open Door. Tak hanya anggota saja yang hadir, biasanya berbagai macam komunitas Wing Chun juga ikut hadir.
Acara gathering ini sekaligus juga dijadikan ajang diskusi dan belajar mengenai teknik Wing Chun yang benar secara bersama. Semoga tahun ini, CVT bisa melakukan kegiatan gathering lagi seperti biasa. (slyika)