“ASSALAMUALAIKUM, Bang Ridwan (Koran SINDO, kanan) sama Bang Yayat (Indo Pos/Jawa Pos, kiri).
Entar kalau malaikat Munkar dan malaikat Nakir datang jangan takut dan khawatir. Gak usah lari, jawablah satu persatu pertanyaan dengan tenang, tegas, dan jelas.
Ketika ditanya siapa tuhanmu? Jawab dengan cepat dan jelas ; Allah SWT tuhanku. Siapa nabimu ? Nabi Muhammad SAW nabiku. Apa kitabmu ? Kitabku Alquran. Mana kiblatmu ? Ka’bah kiblatku, dan seterusnya.
APALAGI ente Insya Allah juga tidak meninggalkan kewajiban ibadah lima waktu. Insya Allah ente semua khusnul khatimah. Yang lebih istimewa, beruntunglah ente menjadi umat Nabi Besar Muhammad SAW karena banyak kelebihannya.
Setelah itu, udah ente tidur aja dengan senang dan bahagia sampai qiyamat tiba. Selamat tidur bahagia di alam barzakh Bang Ridwan dan Bang Yayat.
YANG satu malam Jum’at, yang satu lagi malam Sabtu. Kebesaran Allah SWT ditunjukan kepada kita semua, bahwa; “Segala sesuatu akan hancur, kecuali Allah SWT.” (QS:Al-Qashashash/28:88).
Yang satu tinggal di Depok, yang satu tinggal di Tangerang. Usianya juga masih muda, masih di bawah 50 an tahun. Tapi, ajal gak lihat usia, kalau udah waktunya, mohon maaf, harus pindah “kontrakan”.
KATA kiai, 70 kali malaikat Izrail mandangin wajahnya manusia setiap hari. Izrail juga gak asal aja, setiap mau ngambil nyawa manusia, beliau cross check ke Gusti Allah SWT.
Allah memang mustahil (tidak pernah) salah, tapi Izrail hanya ingin kepastian ; apakah detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, tahun ini, si Fulan bin Fulan waktunya pindah “kontrakan”. Begitu kurang lebih narasinya, kata kiai.
EMANG hidup di dunia ini semuanya hak guna pakai, gak ada yang hak milik. Ah, apalagi dunia dan perabotannya, nyawa aja kita dipinjamin. Kalau yang punya minta, ya kita harus ikhlas “ngembaliin” dengan senang hati.
KEMATIAN itu pasti, surga neraka itu benar adanya. Balasan amal perbuatan itu juga akan dirasakan. Yang penting, apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadap Allah SWT. Itu persoalannya.
UNTUK Bang Ridwan dan Bang Yayat. Lahumul fatikha. SEMOGA bermanfaat. Mohon maaf lahir dan bathin. Wallahu’alam.
Nurcholis Qadafi
Wartawan Senior, Penceramah dan Usahawan