Petugas Imigrasi Harus Waspadai Gerakan Terorisme

Petugas Imigrasi Harus Waspadai Gerakan Terorisme. Foto/Ist

MAKASSAR – Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan (Sulsel) Dodi Karnida bersama para pejabat imigrasi Divisi Keimigrasian, Kanim Makassar, Parepare, Palopo dan Rudenim Makassar mengikuti kegiatan penguatan kapasitas dan kompetensi personel TNI/Polri dan instasi terkait dalam mendukung penanggulangan terorisme di wilayah Sulsel.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23-24 Juni 2021 di Hotel Mercure, Makassar, dan dibuka oleh Direktur Pembinaan Kemampuan-Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Agenda acara untuk menyiapkan aparatur dalam mendukung penanggulangan terorisme di wilayah Sulsel. Narasumber dari Kesbangpol, Kodam, Polda, BIN daerah dan mantan teroris.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kejadian tanggal 28 Maret 2021 lalu yaitu peristiwa pengeboman Gereja Katedral-Makassar.

Ternyata, pendukung dari pelaku tersebut banyak sekali dan ini menandakan bahwa gerakan terorisme di Sulsel sudah waktunya menjadi perhatian utama.

Puluhan orang dari Kota Makassar dan kabupaten lainnya yang diduga turut berperan atas terjadinya pemboman itu telah ditahan pihak kepolisian untuk disidik lebih lanjut.

Seusai kegiatan, Dodi menyatakan, pejabat imigrasi harus menguasai peta penyebaran, ciri-ciri dan indikasi terorisme ini khususnya di Sulsel.

Pasalnya, diantara mereka itu ada yang berlalulintas ke luar negeri dan mungkin juga menerima kunjungan orang asing.

“Dalam pelayanan paspor maupun izin tinggal orang asing, petugas imigrasi harus memiliki naluri untuk mencegah secara dini pergerakan teroris dimaksud sehingga harus hati-hati dalam proses pelayanannya,” jelas Dodi.

Pada akhir acara, Dodi mendapat hadiah buku berjudul Sejarah, Genealogi dan Peta Ideologi Terorisme di Indonesia karya Yudi Zulfahri, mantan teroris asal Aceh yang juga menjadi salah satu narasumber.

Ia yang alumni STPDN dan pernah menjadi PNS Pemda di Aceh itu, setelah tuntas menjalani hukuman pidananya, kemudian kuliah S2 Kajian Pertahanan di Universitas Indonesia. (dk)

Related posts

Harga BBM Naik, Komisi VI Minta Antisipasi Dampak dan Kejelasan Strategi Energi

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas