7 Kecamatan di Aceh Jaya Dikepung Banjir dan Tanah Longsor

905 KK Warga Kabupaten Bengkalis Terdampak Banjir. Foto/Ilusrasi/BNPB

JAKARTA – Tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, dikepung banjir dan tanah longsor akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak Senin (5/7/21) sore.

Tujuh kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Teunom, Panga, Darul Hikmah, Setia Bakti, Krueng Sabee, Sampoiniet dan Jaya. Parahnya, banjir disertai dengan tanah longsor di beberapa lokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Jaya melaporkan banjir disertai tanah longsor terjadi mulai Selasa (6/7/21) dini hari, tepatnya Pukul 01.30 WIB dengan jumlah korban terdampak sebanyak 6.408 jiwa.

Sementara kerugian materil sebanyak 2.034 unit rumah warga terendam dengan tinggi muka air bervariasi anatar 20 cm hingga 70 cm. Hingga berita ini di rilis belum ada laporan warga yang mengungsi.

Selain itu terdapat satu unit jembatan rusak berat di Kecamatan Jaya kabupaten Aceh Jaya yang menyebabkan sebanyak lima desa terisolir. Lima desa tersebuat masing-masing Cot Dulang, Putue, Babah Krueng, Lamdurian dan Alue Rayeuk.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Aceh Jaya telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan kaji cepat dilokasi kejadian untuk penanganan pasca banjir.

Pantauan di lokasi kejadian hujan telah berhenti dan banjir berangsur angsur surut namun petugas tetap mengimbau masyarakat yang berkendara melintasi daerah banjir agar mengingkatkan kewaspadaan karena masih banyaknya daerah yang digenangi banjir dan rawan longsor.

Melalui kajian InaRISK Kabupaten Aceh Jaya memang memiliki risiko sedang hingga tinggi dengan luas risiko 18.025 hektare atau 9 kecamatan terpapar.

Sementara kajian risiko pada bahaya tanah longsor tidak berbeda, yakni sedang hingga tinggi dengan luas risiko 217.169 hektare atau 9 kecamatan terpapar. (abd)

Related posts

Sepak Takraw Diperkenalkan ke Pelajar SD di Jakarta Barat, PSTI Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini

Komunitas Salihara Arts Center – Grup Tari Asal Taiwan, Hadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas 

Hasil Piala Thomas 2026 Sejarah Kelam yang Mengecewakan, Taufik Hidayat: PBSI Evaluasi Menyeluruh