Menarik sekali tiga tulisan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana tentang orang kaya baru (OKB). Mereka selalu berpamer diri dengan memamerkan kekayaannya yang semuanya titipan TUHAN.
Kebiasaan pamer itu membawanya ke alam kesombongan sehingga tidak pernah mau berubah untuk merendahkan hatinya. Itu memang sangat memprihatinkan kita semua.
Saya sadar, siapapun kita sesungguhnya sudah punya bibit kesombongan itu sendiri sejak Adam pertama kali berbuat dosa. Hanya kadarnya yang berbeda.
Setelah membaca kisah OKB ini saya teringat pada mantan atasan saya bernama Tom Clough. Dia seorang yang rendah hati dan agen perubahan.
Dalam dialog perkenalan singkat dengan CEO pertama PT Holcim Indonesia Tbk (setelah Holcim Ltd, resmi mengakuisisi PT Semen Cibinong sekitar 20 tahun lalu) Tom Clough yang berkewarganegaraan Inggris, tentang agen perubahan merupakan poin yang menjadi catatan tersendiri buat saya.
Tom mengatakan setiap pemimpin di level apapun haruslah menjadi agen perubahan terhadap yang sudah baik sekalipun kepada tingkat yang lebih baik lagi. Baik dilihat dari sisi produktivitasnya maupun regulasinya.
Jangan pernah berhenti pada sebuah zona aman. Apalagi selalu memamerkan kinerja yang pada akhirnya membawa kita ke dalam kesombongan diri.
Kaget dan Tersentak
Berbicara tentang perubahan, sudah tidak asing bagi saya sebab motto perubahan ini jugalah yang terus berdengung di pikiran saya sejak saya bekerja di PT Semen Nusantara joint venture dengan Onoda Cement Jepang.
Tetapi yang membuat saya lebih menarik dari dialog dengan Tom adalah walaupun regulasi itu sudah baik dan bagus dalam pelaksanaannya, kita harus tetap melakukan perubahan ke level yang lebih baik lagi.
Pada satu pertemuan untuk merapatkan tentang rencana merekrut 45 orang staf, Direktur SDM memberikan penjelasan tentang itu dan aturan yang ada di Undang-Undang Perburuhan. Ketentuannya ada masa percobaan selama tiga bulan dan lainnya.
Setelah menyimak semua penjelasannya, Tom menegaskan kepada mereka yang lulus tes termasuk kesehatan tidak usah dikenakan masa percobaan. Langsung diterima jadi karyawan penuh atau permanen.
Saya kaget dan tersentak mendengar pernyataan Tom. Saya waktu itu berpikir dangkal bahwa Undang-Undang di negara saya mau diubahnya.
Spontan saya katakan dengan nada sedikit tinggi, “Tom… Anda sekarang bekerja di Indonesia karena itu Anda harus mengikuti peraturan di Indonesia. Jangan pernah melakukan perubahan untuk setiap Undang-Undang.”
Dengan santai dan bersahabat, Tom merespon saya, “Banjar, jika Anda melakukan perubahan pelaksanaan satu butir dari Undang-Undang itu menjadi jauh lebih baik, apakah Anda akan dipenjara?”
Semua peserta rapat tercengang sejenak dengan pernyataan dan pertanyaannya itu. Saat itu juga saya katakan bahwa saya tidak akan dipenjara bila melaksanakan seperti yang dikatakannya.
Maka sejak itu di PT Holcim Indonesia tidak lagi ada masa percobaan bagi karyawan baru. Begitu dinyatakan lulus tes dan diterima langsung menjadi karyawan penuh atau permanen.
Disitulah saya melihat akan arti sebuah perubahan dari yang telah ada sekalipun. Meski sudah baik, harus berusaha merubahnya menjadi lebih baik lagi.
Marilah kita berusaha menjadi agen perubahan yang selalu merendahkan hati dan tidak perlu membanggakan diri secara berlebihan. Juga jangan memamerkan apa yang kita punyai. Biarlah perbuatan dan interaksi kita, yang akan “berbicara” siapa sebenarnya kita.
Bangunlah Indonesiaku
PM Banjarnahor
Penulis adalah Total Quality Management Consultant