Terbesar di Jambi, Ini Pesona Masjid Seribu Tiang

JAMBI – Masjid yang sampai saat ini disebut dengan Masjid Seribu Tiang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat jambi. Masjid yang berada di Jalan Sultan Thaha Syaifuddin No 60, Kecamatan Legok ini berdiri diatas lahan sekitar 26.890 meter persegi, atau lebih dari 2,7 hektar. Untuk luas bangunan utamanya sekitar 6.400 meter persegi dengan ukuran 80 m x 80 m. Dengan ukurannya yang cukup luas, masjid ini mampu menampung lebih dari 10 ribu jamaah secara bersamaan.

Dari awal dibangun pada tahun 1971-an sampai saat ini, bangunan masjid beserta arsitekturnya masih dipertahankan seperti aslinya. Meskipun ada beberapa renovasi yang terjadi seperti pada tahun 2008 lalu, bagian yang di renovasi hanya pembungkus tiang serta ornamen-ornamen di dalam masjid saja. Masjid Seribu Tiang ini terletak di jantung Kota Jambi dan diresmikan penggunaannya oleh presiden Soeharto pada tanggal 29 September 1980.

Nama asli masjid Seribu Tiang ini sebetulnya adalah Agung Al-Falah. Masjid ini dibangun dengan kubah yang besar dan juga menara yang menjulang tinggi. Keseluruhan material bangunan masjid menggunakan beton bertulang. Sekilas jika kita melihat puluhan tiang penyangga masjid ini, kita seperti melihat bangunan khas Roma, Italia.

Keunikan masjid ini adalah tidak memiliki pintu maupun jendela satu pun, dimana hal ini sejalan dengan nama masjid tersebut. “Al-Falah” berarti “Kebebasan atau Kemenangan”. Jadi filosofi yang diambil adalah kebebasan / kemenangan / kemerdekaan tanpa ada kekangan atau kungkungan dari hal apapun.

Jika kita menghitung tiang yang ada di bangunan utama masjid, jumlah totalnya adalah 256 buah tiang. Bentuk tiang pun terbagi dua. Pertama, tiang dengan ukuran lebih kecil yang menyangga sekeliling atap masjid di bagian luar. Kemudian, yang kedua tiang dengan warna keemasan yang menopang tengah masjid.

Meskipun tidak memiliki jumlah tiang sebanyak itu, namun masjid ini tetap memiliki julukan sebagai “Masjid Seribu Tiang”. (theo)

Related posts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia

FFH Edisi ke-5, Pengaruh Negatif Film Dijaga Lewat Sensor dan Suzanna Film Terpilih

Takato Castle Park Dipenuhi Wisatawan Saat Sakura Mekar Sempurna