Bangkit Peduli, Menyemai Damai

Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan kepada Korban Terorisme. Foto/Humas LPSK

JAKARTA – “Bangkit Peduli, Menyemai Damai”. Itulah tema yang diangkat pada perayaan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan kepada Korban Terorisme pada tahun ini.

Tema ini diangkat sebagai bentuk semangat kebangkitan dan peduli sesama anak bangsa dalam menghadapi wabah Covid-19, selain menyelipkan pesan damai agar ke depan tidak terjadi lagi aksi terorisme, kekerasan dan sikap intoleransi.

Sama seperti tahun sebelumnya, peringatan akan dimulai dengan #aksihening 2 menit, yang dilanjutkan dengan beberapa rangkaian acara yang ditutup dengan penampilan dari para musisi, seperti endaNrhesa dan Rival Coconut Treez.

Semua rangkaian acara hasil kolaborasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC Indonesia), dan Peace Generation itu akan digelar secara daring, pada hari ini, 21 Agustus 2021 mulai pukul 09.30 wib, dengan melibatkan para penyintas terorisme dan masyarakat umum.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya mengusulkan agar Pemerintah Indonesia dapat menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Korban Terorisme nasional, mengingat banyaknya korban yang berjatuhan di negeri ini, baik luka-luka maupun meninggal dunia akibat aksi keji yang disebabkan ulah para teroris.

“Ini juga menandakan negara terus hadir untuk mereka (korban) serta tidak akan pernah sejengkal pun meninggalkan,” tegas Hasto.

Masih menurut Hasto, kehadiran negara untuk korban terorisme sejatinya telah diwujudkan melalui serangkaian upaya pemulihan dan pemenuhan hak oleh LPSK dalam bentuk bantuan medis, psikologis maupun rehabiltasi psikososial.

Terlebih, setelah terbitnya UU No. 5 Tahun 2018, korban terorisme di masa lalu juga dinyatakan berhak untuk mendapatkan kompensasi (ganti rugi dari negara).

Untuk itulah, melalui perayaan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan kepada Korban Terorisme, Hasto ingin mengajak masyarakat untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada korban dan penyintas terorisme atas ketangguhan hidup yang mereka jalani dalam melewati masa sulit dan suram, sebagai dampak peristiwa terorisme yang dialami.

“Semoga ketangguhan para korban dapat kita tiru dalam menghadapi masa-masa sulit yang sedang kita hadapi saat ini,” pungkas Hasto. (hms)

Related posts

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan