Kabar Baik, 78 Persen WBP di Lapas Sulsel Sudah Divaksinasi

Kabar Baik, 78 Persen WBP di Lapas Sulsel Sudah Divaksinasi. Foto/Ist

MAKASSAR – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel Edi Kurniadi mengatakan, 78 persen Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada lapas dan rutan di Sulsel sudah divaksinasi Covid-19.

Edi mengatakan, berdasarkan data pada  4 September, ada 10.647 orang  WBP yang menghuni lapas dan rutan di Sulsel.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 8.325 orang sudah divaksinasi Covid-19 dengan rincian, 4.283 orang telah divaksin dosis pertama dan 4.042 orang telah divaksin dosis lengkap (pertama dan kedua),” jelasnya, Minggu (5/9/21).

Kakanwil Kemenkumham Sulsel Harun Sulianto berterima kasih kepada Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten dan kota se-Sulsel , TNI, Polri, Poltekes dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar serta semua pihak yang telah  membantu vaksinasi Covid-19 pada lapas dan rutan di Sulsel.

“Sisa 2.322 WBP yang belum divaksin dan akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait. Bagi WBP yang kurang sehat, saat ini dalam pengobatan agar mereka bisa divaksin juga,” jelas Harun.

Menurutnya, dari 24 lapas dan rutan di Sulsel ada 15 yang  capaian vaksinasi di atas 85 persen yakni Rutan Pinrang, Bantaeng, Sidenreng Rappang, Watansoppeng, Malino, Sinjai, Barru,Enrekang, Pangkajene,

Kemudian Jeneponto, Sengkang dan Selayar, lapas Kelas I Makassar, Takalar, dan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa.

Harun mengatakan, vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar agar pWBP terhindar dari Covid-19. Selain itu, pihaknya  memonitor dan mengevalusi penerapan prokes Covid-19 di lapas/rutan yang meliputi ketersediaan tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan kedisiplinan penggunaannya.

Selanjutnya pembagian vitamin, alat cek suhu tubuh, protap menjaga jarak dan pencegahan kerumanan, pengaturan olahraga WBP, penyuluhan oleh dokter dan para medis kepada  WBP dan penanganan serta  mekanisme jika ada WBP yang sakit.

“Selain itu jga ada sosialisasi dan edukasi berkala dari dr. Wahida Sp.KJ (dokter Rutan Makassar) yang diikuti oleh para kalapas dan karutan se-Sulsel,“ tuturnya. (mirza)

Related posts

Tomi Hermawan MD Radio RDI Jakarta, Hadirkan Musik dan Medsos Sempurna ke Pendengar

Mediasi Tanpa Ketua Kadin Anindya Bakrie Dinilai Perpanjang Konflik Kadin

FSP BUMN Indonesia Raya Tuntut Copot Dirut dan Dirops PT KAI, Usut Pidana Kelalaian Sistemik