Belum Maksimal, Rupanya Ini Penyebab Vaksinasi di Puskesmas Banyuasin Terkendala

BANYUASIN – Pelaksanaan vaksinasi di seluruh Puskesmas di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mengalami kendala. Akibatnya, terjadi penumpukan warga yang menunggu antrian untuk divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Rini Pratiwi mengatakan, kendala yang terjadi bukanlah pada tenaga vaksinator, melainkan terjadinya penumpukan antrian di pendaftaran.

“Setiap puskesmas di Banyuasin tersedia lima vaksinator. Sehingga, saat ini sudah ada 240 vaksinator yang tersebar di seluruh puskesmas. Bahkan, ada juga puskesmas yang vaksinatornya mencapai 10 orang,” ujar Rini, Senin (6/9/2021).

Selain stok vaksin yang sering kosong, kata Rini, kendala lain yang dihadapi pihaknya yakni banyaknya warga yang menumpuk saat pendaftaran.

“Saat masyarakat datang untuk divaksin, petugas terlebih dulu memasukan data masyarakat itu ke data base. Namun, terkadang KTP yang dimiliki tidak bisa diterima oleh data base vaksin,” jelasnya.

Dengan adanya kendala tersebut, lanjut Rini, memaksa warga harus menunggu agar data yang sedang proses input bisa masuk ke data base.

“Kalau sudah terkendala data, kami biasanya berkoordinasi dengan Disdukcapil agar dilakukan perbaikan data. Harusnya satu orang itu hanya butuh waktu 5 menit, karena datanya terkendala makanya bisa lama proses vaksin. Itu kendala yang sangat sering dihadapi di lapangan,” ungkap Rini.

Lamanya proses menginput di data base, membuat pendaftaran masyarakat yang akan divaksin menumpuk. Sehingga, tak jarang masyarakat harus menunggu keesokan harinya untuk divaksin.

“Dengan kendala seperti ini pastinya memakan waktu untuk proses vaksinasi terhadap masyarakat. Di sisi lain, vaksin yang sudah dibuka juga harus segera digunakan,” jelas Rini.

Menurutnya, untuk menghindari terjadi penumpukan masyarakat yang mendaftar, pihaknya terkadang sering melakukan pembatasan jumlah masyarakat yang akan divaksin setiap harinya.

“Kami minta masyarakat untuk mengerti. Karena, bukan kami tidak mau masyarakat semuanya di vaksin. Tapi kendalanya muncul saat memasukan data ke data base dan juga stok vaksin yang kami terima,” ungkapnya. (deansyah)

Related posts

150 Ribu Beasiswa S1 Guru, Waka Komisi X Usul Kuota Ditambah

Pertimbangan Aspek Keamanan dan Fasilitas Pendukung, 2 Laga Timnas Putri di Bandung Tanpa Penonton

DPP PERBASI Panggil Panitia Campus League Merespons Kejadian Semifinal Basketball Regional Jakarta di UPH