Imigrasi Makassar Layani 97 Pemohon Eazy Pasport di Sekolah Kapal Pesiar Duta Samudera Indonesia

MAKASSAR – Kantor Imigrasi Makassar kembali berikan layanan Eazy Passport  atau layanan jemput bola di Sekolah Kapal Pesiar Duta Samudera Indonesia, Kamis (09/09).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar Agus Winarto mengatakan, Eazy Pasport merupakan layanan yang efektif dan efisien dalam hal pengurusan paspor secara kolektif. “Layanan Eazy Passport hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian secara kolektif. Selain memudahkan kedua pihak, pemohon paspor juga merasa terbantu karena dapat mengajukan (permohonan) paspor tanpa harus datang ke kantor,” kata Kakanim Agus.

Program ini tentu dimanfaatkan dengan baik oleh Duta Samudera Indonesia sebagai pihak yang mengajukan permintaan untuk diberikan layanan. “Eazy Pasport kali ini, Kantor Imigrasi Makassar melayani 97 pemohon yang semuanya terdiri dari siswa-siswi Duta Samudera Indonesia,” lanjut Agus.

Kepala Seksi Lalulintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar Nur Arifandy Azis mengatakan bahwa sepanjang 2021, layanan EAZY PASSPORT telah banyak diajukan oleh masyarakat dan dilayani oleh Kantor Imigrasi Makassar. Total telah terlaksana 9 kali termasuk layanan pada Duta Samudera Indonesia. Arifandy bersama tim dari Kantor Imigrasi Makassar juga tidak hanya memberikanlayanan paspor, siswa siswi juga diberikan edukasi serta sosialisasi terkait keimigrasian.

Sejumlah Peserta sosialiasi aktif berinteraksi terkait materi Kegiatan Sosialisasi Keimigrasian yang berjalan dengan lancar. Pelaksanaan giat Eazy Passport ini tentu tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tetap menjaga jarak, menggunakan masker dan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Kedepannya, Kantor Imigrasi Makassar akan terus memberikan layanan Eazy Pasport kepada masyarakat yang ingin mengurus paspor secara kolektif. (abd)

Related posts

Sepak Takraw Diperkenalkan ke Pelajar SD di Jakarta Barat, PSTI Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini

Komunitas Salihara Arts Center – Grup Tari Asal Taiwan, Hadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas 

Hasil Piala Thomas 2026 Sejarah Kelam yang Mengecewakan, Taufik Hidayat: PBSI Evaluasi Menyeluruh