Wakil Ketua DPR Serahkan Bantuan 10 Ton Beras untuk Santri dan Yatim di Aceh

Wakil Ketua DPR Serahkan Bantuan 10 Ton Beras untuk Santri dan Yatim di Aceh. Foto/Ist

BIREUEN – Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak 10 ton untuk dibagikan kepada para santri dan anak yatim di Dayah (Pesantren) Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI), Komplek Dayah Mudi Masjid Raya Samalanga dan di Dayah Ummul Ayman Samalanga, Bireuen, Aceh.

Masing-masing sebanyak 5 ton. Penyerahan bantuan beras untuk santri, keluarga pesantren, serta anak yatim yang ada di lingkungan pesantren tersebut sebagai bentuk nyata politik kesejahteraan yang selama ini terus digaungkan Gus Muhaimin.

Bantuan diserahkan secara langsung di sela kegiatan Gus Muhaimin Panglima Santri Menyapa di Dayah Mudi dan Dayah Ayman Samalanga, Bireuen, Aceh, Selasa (26/10/21).

Gus Muhaimin ditemui langsung ulama besar Aceh Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi Samalanga dan ulama sepuh Aceh lainnya, TGK. H. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu, serta ulama se-Aceh.

Wakil Ketua DPR ini mengaku sangat bersyukur bisa melakukan silaturahim dengan para ulama se-Aceh. ”Alhamdulilah, saya bersyukur, berbahagia bisa bersilturahim, menyambung kembali hubungan dengan keluarga besar Dayah Mudi,” katanya.

Dia juga sangat berkesan dengan penyambutan dari masyarakat Aceh atas kunjungannya.

”Terima kasih atas keramahtamahan silaturahim kami dan rombongan. Ini kebahagiaan luar biasa bisa bertemu dengan Abu Mudi dan keluarga besar. Saya sudah mendengar semua. Kami sangat bahagia dilibatkan, diikutsertakan (dalam upaya pengembangan pesantren). Kami akan sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita kita bersama, secepat-cepatnya dan seluas-luasnya. Lebih cepat lagi kalau PKB bisa berkuasa,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan komitmen untuk menjadi yang terdepan dalam perjuangan santri dan pesantren. Dirinya bersyukur karena semakin hari perjuangan PKB bagi para santri dan pesantren terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Hal ini terutama dengan adanya pengakuan negara kepada kaum santri dengan lahirnya Hari Santri Nasional, Undang-Undang Pesantren, serta terbitnya terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Menurutnya, dulu sejak era pra kemerdekaan dan kemerdekaan, santri memegang peranan penting dalam sejarah bangsa ini.

Namun, selama 32 tahun era Orde Baru, pesan santri dalam pembangunan dan berdirinya bangs aini seolah terabaikan dan dihapuskan dalam catatan sejarah.

Sejak era Reformasi, kiprah para santri semakin terlihat dan kini banyak kalangan santri yang menduduki posisi strategis di pemerintahan dan berbagai bidang.

”Kita terus mendorong agar sejarah yang luar biasa atas peran santri bagi bangsa ini benar-benar menjadi sejarah resmi bangsa Indonesia yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bung Karno bilang: Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah maka kita lanjutkan: jas hijau, jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama untuk Indonesia,” serunya.

Sementara itu, Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi Samalanga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gus Muhaimin dan PKB yang telah berhasil memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Pesantren, Hari Santri Nasional (HSN), serta mendorong terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

”Dengan lahirnya Undang-Undang Pesantren ini semoga semakin dapat menyejahterakan guru dan santri se-Indonesia,” tuturnya.

Abu Mudi berharap Gus Muhaimin bisa terus memperjuangkan kepentingan santri melalui jalur politik baik sebagai Wakil Ketua DPR maupun ketua umum PKB.

”Kami titip apa yang kami rintis ini untuk dikembangkan. Semoga Allah SWT meridhoi kita,” harapnya.

Wadir II Dayat MUDI Aba Sayed Mahyiddin mengatakan, perhatian Gus Muhaimin kepada dunia pesantren dengan lahirnya HSN, UU Pesantren, serta mendorong disahkannya Perpres Dana Abadi Pesantren diharapkan akan mampu menyejahterakan pesantren, guru, dan kaum santri se-Indonesia.

”Saya ucapkan terima kasih mendalam kepada Panglima Santri Gus Muhaimin atas segala perhatian dan usaha yang telah bapak lakukan terhadap guru dan pesantren se-Indonesia,” ungkapnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab.

”Kedatangan Gus Muhaimin (ke Aceh) ini kemuliaan bagi kami. Panglima Santri adalah sebuah kebanggaan. Dulu nggak ada Panglima Santri. Kami bangga Panglima Santri bisa menyejahterakan pesantren dan santri,” katanya.

Aba Yusuf pun berharap agar bisa memenangkan ”peperangan” maka dibentuk pula panglima-panglima santri lainnya di daerah. ”Ini Panglima tertinggi, ini baru bisa memenangkan peperangan kalau punya panglima di semua sektor,” katanya. (abd)

Related posts

Bintara Muda Tewas Tak Wajar di Asrama, PKB: Polri Harus Transparan

DPR, Sengketa Lahan di Tanah Abang Harus Selesai Sebelum Rusun Subsidi Dibangun

2 Siswa di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar, Komisi I Desak TNI Lakukan Audit Investigasi