Pembinaan Terus Berlanjut, Sumsel Masih Sedikit Memiliki Atlet Senam

Minim Pembinaan, Sumsel Sedikit Memiliki Atlet Senam. Foto/Beritaind/Noverta

BELITANG – Sebagai daerah penghasil atlet senam berbakat, Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini terbilang minim atlet yang menggemari olahraga Senam, baik itu artistik maupun ritmik.

Padahal, Provinsi Sumsel memiliki fasilitas GOR Ranau di Jakabaring yang berstandar Internasional. Begitu juga dengan pelatih, Sumsel juga mempunyai beberapa pelatih bersertifikasi nasional dan internasional.

“Hingga saat ini Sumsel masih minim atlet senam. Ini karena pembinaan atlet senam ini memakan waktu cukup lama yang tidak bisa cepat dibandingkan dengan olahraga lain,” ujar Faizal Riza, pelatih senam Sumsel.’

Dikatakan Faizal, dari beberapa event olahraga senam di tingkat daerah Sumsel, dari 17 kabupaten/kota hanya 10 hingga 12 kabupaten yang ikut serta.

“Kalau ada event senam di Sumsel, minim sekali kabupaten kota yang mengirimkan atletnya. Paling hanya 2 atau 3 atlet turut serta,” jelasnya.

Dikatakannya untuk mencari bibit atlet muda berprestasi, Persani Sumsel harus turun secara serius ke daerah kabupaten/kota terutama di tingkat sekolah dasar.

“Atlet yang didapat dari daerah inilah, langsung kita ambil untuk dibina di SONS (Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya). Karena daerah sangat minim fasilitas untuk pembinaan,” tuturnya.

Faisal menambahkan, padahal kemampuan atlet senam Sumsel saat ini cukup diperhitungkan dan bisa bersaing dengan pulau Jawa, diantara Jawa Timur dan DKI Jakarta.

“Saat ini kekuatan senam setiap daerah sudah sangat berimbang, selama ini Jawa Timur, DKI Jakarta, Riau dan Sumsel. Sumsel sejak 2004 lalu selalu mendapatkan medali. Pada PON Papua lalu Sumsel berhasil mendapatkan emas,” katanya.

Faisal mengatakan, untuk membina atlet senam dibutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 2 hingga 3 tahun, misalnya untuk senam ritmik saja dibutuhkan kelenturan, keseimbangan, keluwesan dan feksibel serta ketepatan irama.

“Karena waktu yang lama inilah, kadang atlet banyak yang berhenti dijalan. Misalnya dari 10 atlet yang kita bina paling hanya 5 yang meneruskan menjadi atlet,” tandasnya. (noverta)

Related posts

Hari Ini, Timnas Hockey Field Putri Siap Hadapi Kazakhstan di Kualifikasi Asian Games 2026

Tim Indonesia Mulai Latihan di Forum Horsens

Mini Simulasi Tutup Pemusatan Latihan Tim Indonesia