Duka Semeru, Duka Kita, Duka Indonesia

Proses pencarian dan evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Semeru oleh tim satuan tugas gabungan. Foto/BPBD Provinsi Jawa Timur

Bencana alam berupa awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa warga yang berada di sekitar lereng gunung.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/12/21) menjadi kabar duka bagi bang Indonesia. Erupsi Semeru menjadi duka kita sebagai anak bangsa yang memiliki kepedulian tinggi.

Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) pada Senin (6/12/21), pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56, hilang 22 dan meninggal dunia 22.

Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi.

Tentu saja ini menjadi keprihatinan bangsa-bangsa di dunia atas musibah yang terjadi di Tanah Air.

Sebagai masyarakat bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan semangat gotong-royong, kini saatnya kita saling membantu sesama.

Hilangkan perbedaan yang ada karena sesungguhnya kita satu yaitu Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Donasi demi donasi untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami cobaan erupsi merapi dapat dilakukan secara langsung maupun melalui lembaga donasi resmi yang tercatat oleh pemerintah.

Semangat memberikan bantuan hendaknya dilakukan tulus tanpa harus butuh pengakuan apalagi over ekspos agar terlihat baik.

Karena hakekatnya bantuan yang diberikan hanya urusan ibadah, yakni hubungan manusia (memberi) dengan manusia (menerima) dan Tuhan Sang Pencipta Alam.

Seperti pepatah yang mengatakan, tangan kanan memberi tangan kiri tidak perlu tahu. Begitulah semangat bantuan kemanusiaan yang diajarkan oleh agama kita masing-masing.

Ke depan, kita berhadap dan berdoa semoga warga yang terkena musibah erupsi merapi dapat segera pulih dan kondisi alamnya kembali seperti semula.

Sedangkan kerja keras pemerintah untuk membantu masyarakat juga patut kita syukuri dan acungkan jempol. Terlihat petugas gabungan dari berbagai unsur tulus ikhlas membantu warga yang terdampak tanpa pandang bulu, bekerja siang malam, 24 jam.

Semoga menjelang akhir tahun 2021 dan menjelang awal 2022 serta tahun-tahun selanjutnya bangsa Indonesia selalu diberikan keselamatan dan kebarokan. Aaaammmiin…

Boy Iskandar

Pemerhati Masalah Sosial

 

Related posts

Makan Bergizi Gratis atau Makan Uang Rakyat Gratis?

Memelihara Harapan

Ironi Pensiun dan Pesangon Pekerja Media Televisi