MUHAMMAD Ulul Azmi Iskandar Al Abshor (Gus Azmi) dikenal “pendekar” sholawat kaum milenial.
Jika Gus Azmi melantunkan sholawat, semua penonton larut dalam keharuan seakan terhipnotis suaranya yang merdu.
Apalagi jika dipaketkan dengan rekannya Tahfidzul Ahkam dan Aban, kemudian dikenal dengan A3 (Azmi, Ahkam, Aban), energi semangat bersholawat bertambah.
IKON sholawat hampir melekat di wajah Gus Azmi yang masih polos ini. Bersama kelompok HADROH SYUBBANUL
MUSLIMIN, Pondok Pesantren Nurul Qodim, Probolinggo, Jawa Timur, Gus Azmi sebagai vokalis seperti berpesan ; Zamannya Anak Muda Bersholawat.
DI JABODETABEK, fenomena ramai majelis sholawat dimulai mendiang Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa (Majelis Rasulullah), Habib Hasan bin Ja’far Assegaf (Nurul Musthofa), Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf (Ahbabul Musthofa), Habib Zaenal Abidin (Azzahir).
BANYAK aneka jenis sholawat dan pujian kepada Rasulullah SAW yang ujungnya meraih cintanya Allah SWT melalui cintanya kepada Rasulullah SAW. Disampaikan lewat irama, media pesan syiar dengan bergembira bersama.
TERUTAMA bagi kalangan wanita, namanya diidolakan, didukung wajahnya yang rupawan, menambah semangat kalangan remaja untuk mencintai sholawat.
Lantunan sholawat “kontemporer” dikemas seapik mungkin dengan susunan syair arabi menembus qolbu pendengarnya.
Semangatnya, bagaimana si penerima pesan bisa merasakan indahnya sholawat hingga lazim (mulazamah) diucapkan setiap waktu.
SETIDAKNYA, menjadi penyeimbang dengan kaum milenial lainnya yang masih berorientasi dan terobsesi dengan lagu-lagu “keduniaan dan kebarat-baratan”.
Ibuku Malaikatku dan Cinta Dalam Istikharah di antara cover yang menjadikan namanya melambung.
PUTRA pertama pasangan Ahmad Ulil Abshor Ishomuddin dan Laila Syadzili Askandar ini lahir di Probolinggo, 23 April 2004 atau 17 tahun yang lalu, memiliki performa pendiam dan kalem.
SHOLAWAT yang banyak dilantunkan adalah Astagfirullah-Kelangan versi Indonesia, Al Fatihah Untukmu, Annabi Shollu Alaih, Ya Rosulullah versi Secawan Madu, Ya Robbi versi Cinta Terlarang, Hayyul Hadi (Minal Qudusi), Syi’ir Tanpo Waton dan Turi Putih versi Madura.
BERKAHNYA, Gus Azmi pernah diajak membintangi Film The Santri bersama Wirdah Mansyur (Putri KH. Yusuf Mansur, Jakarta) dan Veve Zulfikar Basyaiban (Putri KH. Zulfikar Basyaiban, Sidoarjo) yang dibesut sutradara handal Livi Zhung.
SELAIN menempuh pendidikan formalnya, Gus Azmi kini sedang fokus menghafal Al-Qur’an bersama Bani Askandar lainnya.
Semoga tetap istiqamah memasyarakatkan sholawat dan mensholawatkan masyarakat. Aamiin YRA.
MOHON maaf lahir dan bathin. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam.
Nucholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis