ALHAMDULILLAH

Alhamdulillah. Foto/Ist

ALHAMDULILLAH, setelah lebih dari 24 jam, secara estafet, akhirnya terpilih hasil yang terbaik dengan KH.
Miftachul Akhyar (Rais Am/Ketua Umum) dan KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Tanfidziah/Ketua Pelaksana Harian).
Semoga, Jumat (24/12/21) hari ini, bersamaan dengan selesainya penghitungan suara, menjadi berkah bagi pemimpin baru NU.
SEMUANYA sama-sama bergembira menerima hasil akhir dan takdir yang ditetapkan Allah SWT. Senang dan bersyukur atas segala proses yang telah dilalui.
Panasnya matahari, dinginnya malam menjadi saksi para ulama (ahli ilmu) bermusyawarah untuk mencari pemimpin dengan cara yang baik dalam Fastabiqul Khoirot (berlomba dalam kebaikan).
TERIMAKASIH yang tak terhingga kepada Prof Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA yang telah menahkodai Nahdlatul Ulama (NU) selama 10 tahun.
Banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh ahli filsafat ini. Jika dirinci, akan sulit dipaparkan karena banyaknya keberhasilan dan perubahan dalam pengembangan NU.
KEDALAMAN ilmu agamanya membuat iri bagi generasi muda NU. Sampai nadzoman (bayt) Qosidatul Burdah saja hafal, apalagi, hanya Barzanji dan Addiba’i.
Pasti hafalannya di luar kepala, selain kemampuan menjelaskan ilmu-ilmu lainnya.
KYAI Yahya dan Kyai Said saling memuji karena sesungguhnya itulah akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Berangkulan untuk saling menerima dan mengikhlaskan satu sama lainnya. Kyai Yahya, sempat berhenti sejenak, menyeka air mata, saat diminta ucapan kemenangan, karena tak kuat menahan nikmatnya keberkahan “organisasi lembut” ini.
Ribuan warga NU semua damai dan tenang, meski pilihan mereka berbeda.
GEMA sholawat selalu menghiasi segala momentum sakral, berharap kesejukan dan ketenangan setiap tahapan proses acara, termasuk dalam kontestasi menentukan pemimpin NU ke depan. Hasilnya, selalu diakhiri dengan kedamaian.
NU memang unik. Rileks, simpel, terkadang tak beraturan, tetapi hasil akhirnya tak kalah hebat dengan lainnya.
Guyonan, ketawa-ketiwi, tetapi otak keilmuannya banyak di atas rata-rata. Terkadang sulit digambarkan oleh nalar akal, tetapi jadi fakta kehidupan.
TERIMAKASIH kepada semua pihak yang telah menyukseskan hajatan besar NU. Terutama “seksi repot”, panitia yang mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kumpulan orang-orang sarungan. Semoga berkah, manfaat, selamat dunia akhirat.
Aaaamiiin YRA… MOHON maaf lahir dan bathin.Semoga bermanfaat. Wallahu’alam.
Nucholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis

Related posts

KH Ahmad Dahlan, Visioner Peradaban Umat Manusia

Makan Bergizi Gratis atau Makan Uang Rakyat Gratis?

Memelihara Harapan