Geng Motor Beraksi di Depan Rumdin Wali Kota, Aniaya Korban dengan Parang

Geng Motor Beraksi di Depan Rumdin Wali Kota, Aniaya Korban dengan Parang. Foto/Beritaind/Deansyah

PALEMBANG – Sedang asyik nongkrong di kawasan Kambang Iwak Palembang, tepatnya di depan Rumah Dinas Walikota Palembang, DV (19), warga Jalan Swadaya, Kecamatan Kemuning, Palembang yang juga mahasiswa menjadi korban aksi pengeroyokan yang dilakukan geng motor.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya laporan korban pengeroyokan terhadap barang dan orang.

“Laporan korban sudah di terima di SPKT Polrestabes Palembang, Kepala SPK bersama anggota Piket Reskrim Unit Tipikor dan Unit Identifikasi Polrestabes Palembang langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP, serta mencari bukti petunjuk lainnya dari saksi-saksi,” ujar Kompol Tri, Senin (3/1/22).

Tri menambahkan, untuk jumlah pelaku dan identitas pelaku belum diketahui, sebab masih dalam penyelidikan dan pengejaran oleh polisi.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan dan pendalaman, semoga dalam waktu dekat bisa ditangkap,” katanya.

Dijelaskan Tri, kejadian tersebut terjadi saat korban dan saksi bersama delapan teman lainnya sedang nongkrong di tempat kejadian perkara (TKP).

Tidak lama kemudian, lanjut Tri, datang segerombolan geng motor menghampiri korban dan temannya dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dan dongkrak.

“Selain menyerang korban dan melakukan penganiayaan rekan korban lainnya, AL, para terlapor juga merusak mobil yang terparkir di TKP.

Mobil yang dirusak yakni mobil Toyota Yaris dengan Nopol BG 1181 UC, mobil Daihatsu BG 1187 RM dan mobil Honda Civic BG 1933 PT warna Hijau,” ungkapnya.

Atas kejadian ini korban AL mengalami luka robek pada bagian kepala dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Charitas, serta kehilangan dua unit ponsel merek Xiaomi Redmi Not 5A warna coklat dan iPhone 6 Plus. (deansyah)

Related posts

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan