Ketika mendapat kabar bahwa teman akrab saya, Dr Aqua Dwipayana terpapar Covid-19, saya sedih sekali. Dalam hati saya mengatakan akhirnya langkah Aqua melaksanakan silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi, untuk sementara waktu harus terhenti.
TUHAN sangat sayang sama Aqua. Untuk sementara waktu disuruh istirahat total. Terpapar Covid-19 dengan gejala ringan. Jadi buat penyembuhannya hanya butuh isolasi mandiri (isoman). Tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Selain berdoa untuk kesembuhan Aqua, saya menyemangatinya lewat WhatsApp (WA) dan telefon. Memotivasinya agar segera sembuh total.
Menariknya selama isoman, Aqua tetap produktif. Dari rumahnya di Bogor, Jawa Barat, dia masih tetap melakukan kebiasaannya sejak dulu: membantu sesama dan menulis.
Kondisi sakit tidak menghalanginya untuk berbuat baik. Bahkan Aqua juga menyemangati sesama termasuk teman-temannya yang terpapar Covid-19.
Mengamati semua aktivitas positif yang dilakukan Aqua selama terpapar Covid-19, saya yakin dalam waktu dekat dia sembuh total. Sehingga dapat kembali beraktivitas terutama melaksanakan silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi.
Sebagai teman akrabnya sejak tahun 1988 saat kami kuliah semester satu di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang, saya mengamati banyak hal positif yang dilakukan Aqua. Hal itu sampai sekarang konsisten dilakukannya.
Pengalaman Pribadi
Dari banyak hal positif itu ada dua yang menonjol. Aqua selalu bersikap ikhlas dan berpikir positif.
Ikhlas setiap menerima semua hal yang terkait dirinya. Termasuk saat sedang sakit seperti sekarang ini.
Hal itu salah satunya bisa dibaca dari tulisan-tulisan yang dibagikan Aqua kepada semua anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan.
Ketika menulis pengalamannya selama terpapar Covid-19 sedikit pun tidak ada terlontar kalimat mengeluh dan menyesali kejadian itu.
Sebaliknya Aqua mendapatkan banyak hikmah selama melakukan isoman. Sehingga yang menonjol adalah ungkapan rasa syukurnya kepada TUHAN.
Aqua malah sangat berterima kasih kepada TUHAN karena terpapar Covid-19. Dengan begitu bisa banyak cerita pengalamannya saat sakit itu.
Sebelumnya tentang Covid-19 Aqua hanya cerita pengalaman orang lain. Baik yang disampaikan kepadanya secara langsung maupun lewat berbagai bacaan.
Dengan bercerita pengalaman sendiri, tentunya jauh lebih menarik. Bisa secara langsung memberikan saran-saran antisipasi dan langkah-langkah penyembuhannya.
Mereka yang menyimak semua cerita Aqua tentu lebih percaya. Pelakunya langsung yang menyampaikannya. Berdasarkan pengalaman pribadi, bukan orang lain.
Banyak Orang Menantikannya
Selama isoman, Aqua juga selalu berpikir positif. Melihat sakitnya karena TUHAN sayang padanya. “Memerintahkan” untuk istirahat.
Tidak hanya itu. Karena selalu berpikir positif, sehingga selama terpapar Covid-19, Aqua tetap produktif. Membantu banyak orang sebagaimana kebiasaannya sejak lama.
Semua dilakukannya dengan ikhlas dan meniatkannya ibadah. Jadi sama sekali tidak ada beban sama sekali untuk melaksanakannya.
Dua sikap menonjol itu: selalu bersikap ikhlas dan berpikir positif, membuat imunitas tubuh Aqua naik. Hal itu dalam waktu dekat bakal memberikan kesembuhan total padanya. Aamiin ya robbal aalamiin…
Insya ALLAH minggu depan aktivitas Aqua sudah kembali normal. Mulai lagi keliling Indonesia untuk silaturahim serta melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Telah banyak orang yang menantikannya.
Saya menunggu kehadiran Aqua di Larantuka, Flores Timur. Sekaligus ingin mengajaknya bernostalgia. Bersama-sama mengingat suasana saat masih kuliah di Malang yang sangat menyenangkan dan mengesankan.
Badaruddin
Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Flores Timur, NTT