Harga Pupuk Non Subsidi Naik, Petani Pagaralam Terancam Tak Berproduksi

Harga Pupuk Non Subsidi Naik, Petani Pagaralam Terancam Tak Berproduksi. Foto/Ist

PAGARALAM – Petani di Kota Pagaralam terancam terhentinya produksi lantaran harga pupuk non subsidi saat ini mengalami kenaikkan lebih dari 100 persen dari harga semula. Selain itu, sejumlah kebutuhan pertanian dan perkebunan lainnya juga mengalami kenaikan harga.

Kebutuhan lainnya yang juga mengalami kenaikan harga diantaranya herbisida, fungusida dan racun hama. Kondisi ini membuat petani di Pagar Alam harus mengeluarkan modal lebih besar untuk bisa menggarap lahan mereka.

Namun, naiknya harga modal pertanian tersebut nyatanya tidak diikuti dengan harga komoditi pertanian di Pagaralam yang saat ini justru mengalami penurunan.

Seorang petani di Pagaralam, Slamet (52)mengatakan, saat ini para petani harus mengeluarkan modal untuk mengelola lahan mereka. Pasalnya harga pupuk non subsidi dan racun hama mengalami kenaikkan.

“Harga pupuk non subsidi saat ini naik dan harga racun hama juga naik lebih dari 100 persen. Akibatnya kami harus mengeluarkan modal lebih besar untuk bisa menanam komoditi, bahkan petani juga terancam tak bisa produksi karena modal yang semakin besar,” ujarnya, Selasa (1/3/22).

Menurutnya, meskipun pupuk subsidi masih tersedia namun kualitasnya berbeda dengan pupuk Non Subsidi, sehingga jika ingin hasil panen banyak maka petani harus banyak menggunakan pupuk non subsidi.

“Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi kami harus melengkapi sejumlah persyaratan dahulu dan jumlahnya pun harus dibatasi,” ucap Slamet.

Dengan kondisi tersebut, para petani berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi sehingga para petani bisa mendapatkan pupuk Non Subsidi dengan harga normal kembali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar, Alam Gunsono, melalui Kasi Pupuk, Piter mengatakan, bahwa pupuk non subsidi saat ini sedang mengalami kenaikkan.

Meskipun demikian, harusnya tidak menghalangi petani untuk mengelola lahan mereka karena ada pupuk subsidi.

“Jika pupuk non subsidi mengalami kenaikkan itu sudah dari pabriknya. Namun petani bisa menggunakan pupuk bersubsidi yang harganya lebih terjangkau. Namun untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi para petani harus membuat kelompok tani,” jelasnya. (deansyah)

Related posts

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan

Kemenpar-DAN Kolaborasi Rampungkan ‘Edukasi Diving Safety 1000’ di Labuan Bajo

Clash of Legends, Ajang Nostalgia Legenda Sepak Bola Dunia di Jakarta