SIMALUNGUN – Baru akhir Februari 2022 lalu, Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga memimpim rapat evaluasi pelayanan rumah sakit umum daerah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.
Namun, akhir pekan kemarin warga kecamatan Bandar berbondong-bondong mendatangi RSUD Perdagangan karena kecewa. Ada warga hamil, Sardinia Malau(30) meninggal, diduga karena tidak ditangani serius oleh petugas medis.
Terkait hal itu, Pemkab Simalungun dinilai tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat termasuk pelayanan gawat darurat.
Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Simalungun Marsono Purba mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan adanya pasien hamil diduga meninggal karena tidak ditangani dengan baik di RSUD Perdagangan, baru-baru ini.
“Sudah banyak warga mengeluh pelayanan rumah sakit umum daerah di masa kepemimpinan Bupati Radapoh H Sinaga. Tidak becus melayani masyarakat, dan informasi terakhir pasien hamil atas nama Sardinia Malau warga Kecamatan Bandar meninggal dunia karena diduga tidak ditangani RSUD Perdagangan dengan baik,” ujar Marsono, Minggu (6/3/22).
Menurutnya, pada masa JR Saragih keluhan pelayanan kesehatan di puskesmas, dan RSUD jarang ditemukan karena kinerja petugas medisnya dipantau rutin sehingga pelayanan kepada masyarakat harus optimal.
Marsono membandingkan pelayanan tiga RSUD di Kabupaten Simalungun pada masa kepemimpin JR Saragih yang jauh lebih baik, dan mengedepankan pelayanan prima kepada masyatakat.
“Di era bupati JR Saragih warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima selama 24 jam. Jika ada pasien yang tidak dapat ditangani di Puskesmas atau RSUD karena harus ditangani dokter spesialis, langsung dirujuk ke rumah sakit di Medan bahkan menggunakan helikopter,” ujar Marsono.
Saat ini warga Simalungun sering mengeluhkan pelayanan puskesmas dan RSUD karena tidak dilayani dengan baik, dengan alasan dokter atau petugas medis tidak di tempat atau fasilitas tidak memadai.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun Edwin T Simanjuntak yang dikonfirmasi terkait pasien hamil meninggal karena diduga tidak dilayani dengan maksimal di RSUD Perdaganhan mengaku sudah menerima informasi tersebut dari media.
“Saya sudah menerima informasinya dari media, tapi laporannya belum ada,” ujar Edwin via pesan Whats App (WA). (ricky fh)