JAKARTA – Jinan Laetitia semakin menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru ‘Welcome Back’. Single ini merupakan kesatuan dengan ‘Favorite’ yang telah rilis Februari lalu.
Mengeluarkan double-tracks sudah menjadi ciri khas musisi kelahiran Bogor 19 tahun lalu ini. Single ‘Forgive’ dan ‘Picture’ atau ‘The Picture’ misalnya, ia mengeksplorasi tema refleksi perjalanan diri (‘self’). Sementara ‘Mannequin’ dan ‘Timeless’ feat Pamungkas atau ‘The More’ mengambil tema tidak memperdulikan pandangan orang lain terhadap dirinya.
Sementara lagu ‘Welcome Back’ dan ‘Favorite’ atau ‘The Mirror’ merupakan refleksi yang kontras antara self-love dan self-loathing. Welcome Back, kata Jinan, adalah lagu yang bercerita mengenai kebohongan kepada dirinya sendiri untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan keinginan orang lain.
“Saat menulis ‘Welcome Back’, saya berpikir tentang bagaimana manusia bersedia untuk berbohong tentang dirinya sendiri agar disukai banyak orang. Berbohong (kepada diri sendiri) sangat melelahkan bagi jiwa,” kata Jinan.
Lagu pop yang eksentrik ini didominasi dengan instrumen perkusi terutama kendang dan gitar elektrik. Berdurasi 3:08 menit, ‘Welcome Back’ dibuka dengan suara bisikan Jinan. Gitar elektrik juga menjadi sorotan dalam lagu ini. Terdengar sedikit agresif dan seperti mengintimidasi Anda untuk menganggukkan kepala.
‘Welcome Back’ ditulis oleh Jinan dan diproduseri bersama dengan Osvaldorio. Ini bukan kali pertama Jinan bekerja bersama Osvaldorio. Sebelumya ia juga telah memproduseri lagu Jinan seperti ‘Favorite’, ‘Mannequin’, dan ‘Timeless’.
“Di lagu ini saya banyak bereksperimen dengan drum dan banyak mengambil influence perkusi tradisional Indonesia, kendang. Bekerja bersama Kak Osvaldorio selalu menjadi pengalaman yang seru dan kami sangat senang dengan hasil akhirnya,” ujarnya.
Musik video lagu ini juga dirilis di hari yang sama. Adi Djohan dari Funkyhokkaido selaku Creative Director kembali dipercaya Jinan untuk meracik musik video ‘Welcome Back’. Baik ‘Welcome Back’ maupun ‘Favorite’ memiliki konsep yang sama namun bersebrangan.
Sama-sama menggunakan karakter 3D, MV ‘Favorite’ lebih berkesan tenang dan berwarna, sesuai dengan nuansa dan tema lagunya yang bercerita tentang cinta tanpa syarat. Sedangkan di ‘Welcome Back’ nuansa itu berganti menjadi menyeramkan dan ‘dark’ dengan warna dominan merah.
Sebelum bergabung dengan label rekaman Warner Music Indonesia, Jinan secara independen sudah melepas enam lagu dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pendengar di negara seperti Singapura, Taiwan, serta Amerika Serikat. Beberapa lagu Jinan terdahulu mendapatkan respon positif dari penggemarnya seperti ‘Timeless’ yang sudah distream di Spotify lebih dari 157 ribu dan ‘Picture’ dengan jumlah streams 172 ribu. (shan)