PALEMBANG – Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang rentan terjadi saat ini. Hal tersebut dikarenakan saat ini masih masuk musim penghujan sehingga lebih memudahkan nyamuk aedes aegepty berkembang biak.
Upaya mengantisipasi terjangkitnya demam berdarah menjadi hal utama yang harus dilakukan masyarakat.
Dinda Wulandari (34), warga Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang mengaku, bahwa dirinya selalu siap mengantisipasi agar keluarga terhindar dari nyamuk tersebut, diantaranya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, dengan menggunakan produk-produk yang terpercaya untuk perlindungan keluarga dari gigitan nyamuk tersebut.
“Tentu harus hidup sehat dan bersih. Di rumah selalu saya terapkan pola hidup tersebut kepada semua anggota keluarga. Keluarga adalah yang utama, dan kesehatan keluarga adalah hal penting bagi saya,” ujar Dinda, Senin (21/3/2022).
Untuk menghindari keberadaan nyamuk di rumah, Dinda juga selalu aktif dalam menyemprot aerosol di rumah dengan menggunakan Force Magic.
“Kalau di rumah, saya selalu sedia aerosol yang terpercaya. Anak-anak kan lebih sering berada di rumah karena saat ini sekolah sedang daring. Jadi, pagi hingga malam hari saya aktif menyemprotkan Force Magic di rumah,” ucapnya.
Namun saat beraktivitas diluar rumah, Dinda selalu memastikan kepada dirinya dan juga anak-anak untuk menggunakan Soffell. “Kita tidak pernah tahu nyamuk berada dimana dan darimana, karenanya sebagai perlindungan kepada anak, saya selalu oles dan semprotkan mereka Soffell, saat mereka keluar rumah,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinkes Palembang, sejak awal 2022 kasus demam berdarah lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya pada Januari 2021.
“Jika tahun lalu ada 11 kasus, namun kini sudah terdeteksi 73 kasus demam berdarah,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina.
Selain itu, Fenty juga meminta masyarakat untuk mengantisipasi dengan melakukan pencegahan agar kasus demam berdarah tak semakin bertambah. Demam berdarah merupakan penyakit yang perlu penanganan cepat dan pencegahan tepat.
Dinkes Palembang juga telah mendapat laporan dari daerah dengan kasus cukup tinggi. “Dari tahun lalu di bulan yang sama kasusnya lebih tinggi,” katanya.
Fenty pun mengimbau agar masyarakat tetap menjaga lingkungan rumah selalu bersih, terutama menjaga kebersihan penampungan air dan bak mandi. Sebab sumber nyamuk paling banyak dari tempat penampungan air.
Dilansir dari rilisnya, Public Relations Officer Enesis Group, Grisella Du’a Duda da Lopez mengatakan, sejak berdiri pada tahun 1988, Enesis Group telah berkomitmen untuk menghasilkan produk-produk berorientasi kebutuhan kesehatan masyarakat, dan diikuti dengan jaminan kualitas.
“Produk-produk kami memang orientasinya pada kebutuhan kesehatan masyarakat, yang tentu saja dijamin kualitasnya. Kami selalu ingin berkontribusi pada sisi kesehatan di Indonesia,” kata Grisella.
Enesis Group saat ini telah memiliki tiga pabrik dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP) seperti di Kawan Industri Pulau Gadung, di Cikarang, dan di Ciawi.
Adapun distribusi produk-produknya sudah menjangkau beberapa negara, seperti Saudi Arabia, Amerika, India, Nepal, Thailand, Vietnam, Sri Lanka, Philipina, Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Hongkong dan China. Sementara di Indonesia, sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke.
“Khusus produk Soffell ini memang merupakan salah satu produk yang paling lama, karena sudah diproduksi sejak Enesis Group mulai beroperasi tahun 1988 lalu. Teman-teman media mungkin masih ingat Sari Puspa yang dulu sering muncul di televisi,” jelasnya. (boy iskandar)