PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang mencatat indikator positivity rate Covid-19 mengalami penurunan hingga 60 persen sejak Februari 2022.
“Dari pertengahan Februari terjadi penurunan kasus mencapai 13,4 persen per Maret ini,” ujar Kepala Dinkes Palembang, Fenty Aprina, Jumat (25/3/2022).
Dijelaskan Fenty, penurunan positivity rate di Palembang diperoleh berdasarkan data terakhir pada 23 Maret 2022. Yakni kasus konfirmasi positif di angka 13.289 dibagi hasil sampel kasus keseluruhan sesuai ketentuan rumus.
“Dari hasil pembagian semua sampel didapatlah persentase sekitar 13,4 persen yang menunjukkan penurunan kasus,” katanya.
Fenty menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan persentase kasus positif Covid-19, diantaranya pola kebiasaan masyarakat yang telah mematuhi protokol kesehatan.
“Minimal masyarakat sekarang sudah sadar untuk memakai masker dan capaian percepatan vaksinasi dosis lengkap yang sudah lebih dari 80 persen,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Fenty, indikator penurunan kasus merujuk hasil survei yang diumumkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Yakni 86,6 persen masyarakat sudah memiliki antibodi Covid-19 termasuk di Palembang.
“Tentu upaya sosialisasi pengetatan mitigasi penyebaran Covid-19 juga mempengaruhi penurunan. Namun masih bisa jadi penyebaran Covid-19 yang berubah kembali meningkat. Maka itu harus konsisten prokes,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinkes Palembang terhadap keseluruhan kasus Covid-19 hingga Rabu (23/3/2022), tercatat ada 13.289 orang positif yang terdiri dari kasus simtomatik sebanyak 12.076 orang dan Asimtomatik berjumlah 1.213 orang.
Sedangkan kasus simtomatik masing-masing 37 orang menjalani perawatan, 1.282 isolasi mandiri, 10.641 sembuh, dan meninggal dunia 116 orang. Kemudian kasus Asimtomatik 57 orang isolasi mandiri, 1.156 sembuh dan meninggal nol. (deansyah)