Indonesia Diantara Pengaruh Cina Komunis dan Amerika Serikat

Dua raksasa adidaya Cina Komunis vs Amerika Serikat akan beradu duel di wilayah Indonesia. Indonesia akan menjadi sasaran bidik area perang besar diantara dua negara. Kemana TNI akan bersikap dan berpihak ?

Indonesia akan digiring menuju kepada konflik horisontal, endingnya adalah pecahnya konflik internasional melibatkan Amerika bersama sekutunya melawan RRC.

Secara kekuatan alutsista Cina siap untuk perang tapi secara kekuatan moral politis Cina sangat lemah.

Intinya, Cina tidak siap perang dan sangat menghindar terjadinya perang, karena jika terjadi perang maka akan GAGAL tujuan Mega politic Cina kepada Indonesia dan akan GAGAL total seluruh proyek rriliunan rupiah Cina di Indonesia, pupus sudah harapan cita cita Cina untuk kuasai Indonesia sebagai negara boneka Cina.

Amerika diam-diam terus memancing dan mengompor ngompori Cina dengan masalah Natuna agar terjadi perang terbuka.

Apa pengaruh Amerika dan pengaruh Cina terhadap Indonesia ? Kita sudah puluhan tahun dalam pengaruh Amerika. Tetapi baru 7 tahun saja Indonesia dalam pengaruh Cina rakyat sudah babak belur, umat Islam terkapar dan rakyat meratap dan banyak yang kelaparan.

Pengaruh Amerika terhadap Indonesia adalah mengembangkan ideologi liberalisme dan kapitalisme Barat. Dan pengaruh Cina terhadap Indonesia adalah mengembangkan ideologi Komunisme, Sekulerisme dan Kapitalisme Cina.

Jujur saja dua-duanya bisa disebut sebagai “penjajah” Indonesia. Sistem politik dan ekonomi Indonesia tidak pernah bisa lepas dari pengaruh dua negara ini.

Maka kita ambil mana diantara dua negara ini yang paling ringan daya kerusakannya terhadap aspek Ketahanan Nasional dan kedaulatan negara kita.

Perbedaan pengaruh “penjajahan” Amerika dan “penjajahan” Cina yang sekarang sedang berlangsung terhadap Indonesia dalam aspek politik, social dan investor / penguasaan asset SDA.

Pengaruh asing Amerika terhadap Indonesia adalah berorientasi pada merubah nilai pola berpikir, mengubah gaya hidup masyarakat tapi tidak menguasai dan menduduki wilayah teritorial.

Pengaruh Cina terhadap Indonesia berorientasi pada merubah nilai ideologi negara, merusak mentalitas masyarakat serta_menguasai dan _menduduki wilayah teritorial. Baiklah kita kupas satu-satu :

Pertama, pengaruh Amerika dalam aspek politik berorientasi mengubah konsep pola berpikir kepada konsep kebebasan berpikir (Liberal).

Dalam aspek social berorentasi mengubah gaya hidup (life style) rakyat Indonesia. Dan aspek investor Amerika memiliki kepentingan terhadap SDA tapi tidak secara mutlak tetap memberikan peluang bagi investor dalam negeri untuk JO (join operation) masih bisa Indonesia sebagai leader and user untuk jalankan mainkon atau subkon project.

Dan Amerika membuka lapangan kerja sumber daya manusia seluas-luasnya bagi Pribumi atau masyarakat setempat untuk dapat bekerja layak.

Kedua, penjajahan Cina dalam aspek politik berorientasi merusak dan mengubah Nilai, Ideologi dan Falsafah Negara.

Dalam aspek sosial berorentasi merusak dan merubah mentalitas masyarakat dengan berusaha merubah dan melunturkan nilai presepsi keyakinan dan budaya.

Dan aspek investor Cina sangat vulgar agresif untuk menguasai dan menduduki wilayah teritorial. Cina memiliki kepentingan terhadap SDA Indonesia secara mutlak sebagai investor tunggal dan mainkon tunggal.

Dan Cina menutup lapangan kerja sumber daya manusia bagi pribumi dengan membawa tenaga kerja kasar dari negaranya sendiri.

Cina dan Amerika adalah dua bola salju besar yang akan terus menggelinding kebawah dan pasti akan pecah. Dan pecahnya bola salju adalah PERANG !

Memang Dua Negara Adidaya tersebut memiliki kepentingan di Indonesia. Yang satu untuk kepentingan kekalnya kerjasama bisnis, yang satu lagi kepentingan untuk menguasai dan menduduki secara mutlak NKRI.

Cita-cita Amerika tidak menjadikan Indonesia bagian dari negara milik Amerika. Indonesia tetap sebagai negara yang berdaulat dengan status sebagai mitra negara.

Sedangkan cita-cita Cina menjadikan Indonesia bagian dari wilayah negara bagian Cina yaitu sebagai status Negara Boneka Cina komunis.

Itulah cita-cita Cina yang sejak dahulu ingin kuasai Nusantara sejak jaman Majapahit agar Nusantara menjadi bagian jajahannya. Tapi tidak pernah kesampaian dan selalu gagal Cina menguasai Nusantara.

Maka perlunya rakyat Indonesia agar melek dan smart dalam melihat peta politik global, paham Geopolitik Geostrategi pemerintah saat ini condong ke mana?

Agar rakyat kita fokus satu barisan dan satu langkah perjuangan, tidak salah dalam memihak dan melangkah .

Pengaruh Cina terhadap Indonesia daya rusaknya jelas jauh lebih besar karena akan mengancam ideologi negara, mengancam ketahanan nasional, mengancam mental karakter masyarakat.

Masuknya eksodus jutaan warga asing Cina jelas mengancam pribumi, kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI.

Peta Geopolitik Amerika telah berubah semenjak Presiden AS Joe Biden mencabut issue terorisme terhadap umat Islam. Amerika berbalik akan menentang kelompok mana saja yang selalu menyebarkan issue Islamophobia.

Diluar kepentingan Amerika terhadap Indonesia, yang jelas Amerika tidak menginginkan Indonesia menjadi Negara Komunis budaknya RRC, karena akan mengancam sekutunya yaitu Australia, Malaysia, Brunei dan Philipina.

Rakyat harus melek politik, harus cerdas dan paham siapa real musuh kedaulatan sebenarnya saat ini.

Kondisi Geopolitik Global Dunia telah mengalami perubahan secara alami di bidang sosial dan politik. Ini sesuai dengan ketentuan Hadist Akhir Zaman bahwa Allah SWT dan Rasul-Nya menjelaskan bahwa bangsa Rum (Barat) akan bersama dengan umat Islam untuk memerangi musuh besar dan akhirnya Allah SWT memenangkan peperangan itu di pihak umat Islam.

Kanjeng Senopati

Penulis Ahli Geopolitik dan Geostrategi, Cicit Sunan PB X Raja Keraton Kasunanan Surakarta

Related posts

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah

Bersyukur Semua Teman di Kejaksaan Promosi Kajati dan Sekretaris Jaksa Agung Muda

Pernyataan Resmi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia