Pendekatan Komunikasi Humanistik Provinsi Aceh Melalui Program BLK Aceh

Pembangunan Kota yang memiliki julukan Serambi Mekkah ini mengalami perubahan yang sangat pesat, dimulai sejak terjadinya bencana Tsunami 2004 silam. 

Nanggroe Aceh Darussallam adalah sebuah kota yang diisi mayoritas warga muslim oleh karena itu kota ini dijuliki dengan Serambi Mekkah.

Agar bisa tetap bertahan untuk mensejaterahkan masyarakat Aceh khususnya pada daerah ibu kota provinsi yaitu Banda Aceh, pemerintahan tidak berfokus pada pembangunan saja tetapi juga fokus pada kehidupan di masyarakat khusunya pada bidang ketenagakerjaan.

Aceh memiliki strategi pendekatan komunikasi humanistik untuk menyampaikan sebuah komunikasi kepada masyarakat.

  1. Humanistik

Pendekatan humanistik adalah sebuah pendekatan yang memberikan  perhatian terhadap manusia.

Tidak menganggapnya sebagai benda yang merekam seperangkat pengetahuan. Humanistik menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkambang.

Pendekatan humanistik ini menitik beratkan pada proses mental bukan perilaku, dengan menitik beratkan mental dan potensi, masyarakat Aceh harus selalu berdaptasi dengan perubahan sosial dan lingkungan.

Meskipun dihalangi oleh berbagai rintangan dari lingkungan dan masyarakat yang cenderung takut untuk bisa keluar dari zona aman, oleh karena itu pemerintah mengambil langkah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. 

Dalam hal ini pemerintah berkontribusi untuk menciptakan tenaga-tenaga kerja yang siap bersaing.

Salah satunya melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh. BLK merupaka sarana tempat yang dinaungi oleh Kementerian Ketenagakerjaan khususnya Direktorat Jendral Vokasi dan Produktivitas yang dalam hal ini masyarakat Aceh dapat belajar atau mendalami keahlian pada bidangnya masing-masing. 

Sebagaimana agar terwujudnya visi pemerintah Aceh yaitu “ Terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani “ serta salah satu misinya “Membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional dan regional melalui peningkatan mutu pendidikan secara merata, baik pada pendidikan vokasional, dayah dan pendidikan umum”.

BLK Aceh dapat menjadi tujuan masyarakat agar bisa meng-upgrade skill untuk bisa bekerja ataupun membangun usaha mandiri.

Hal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejateraan masyarakat Aceh serta dapat  menjadikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussallam yang sejahtera, dengan pembangunan dan tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial.

Bony Dewa Sifa Alyamani 

Telkom University S1 Digital Public Relations

Related posts

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah

Bersyukur Semua Teman di Kejaksaan Promosi Kajati dan Sekretaris Jaksa Agung Muda

Pernyataan Resmi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia