SIMALUNGUN – Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kabupaten Simalungun mengecam Bupati Radiapoh H Sinaga dan Wakil Bupati H Zonny Waldy yang tidak menggelar Safari Ramadhan tahun ini.
Sekretaris GMNU cabang Kabupaten Simalungun Ibnu Habibi mengatakan, Bupati Radiapoh H Sinaga dan Wakil Bupati H Zonnu Waldy dinilai lebih mengutamakan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan dari pada kegiatan pembinaan keagamaan seperti Safari Ramadhan.
“Saya selaku umat Muslim dan sekretaris GMNU Kabupaten Simalungun kecewa dan mengecam Bupati Radiapoh dan Wakil Bupati Zonnu Waldy yang lebih melaksanakan kegiatan-kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang menghabiskan anggaran yang besar,” ujar Ibnu, Senin (25/4/22).
Dia mengatakan, jika alasan pemerintah daerah tidak melaksanakan Safari Ramadhan karena masih dalam situasi pandemo Covid-19, dinilainya hanya akal-akalan saja.
Menurutnya, banyak kegiatan Pemkab Simalungun seperti sosialisasi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan pelatihan Tata Boga di salah satu hotel mewah di Berastagi dengan menghabiskan anggatan diduga mencapai Rp2,7 miliar dilaksanakan di tengah pandemi.
“Mungkin Safari Ramadhan kegiatan yang dinilai bupati dan wakil bupati Simalungun tidak bermanfaat dan tidak ada untungnya, sedangkan kegiatan sosialiasi anggarannya besar ada keuntungan yang didapat,” ujar Ibnu.
Sekretaris GMNU Kabupaten Simalungun Ibnu Habibi
Padahal menurutnya Safari Ramadhan adalah sarana menjalin silahturahim umat muslim degan pemimpinya, dan itu dilaksanakan rutin di era bupati Simalungun sebelumnya.
Kepala Dinas Kominfo Pemkab Simalungun, SML Simangunsong yang dikonfirmasi mengakui bupati dan wakil bupati tidak melaksanakan Safari Ramadhan tahun ini karena anggarannya tidak ditampung di APBD TA 2022. (ricky fh)