Sejak Selasa siang (3/5/22) atau Lebaran Idul Fitri hari kedua, WhatsApp (WA) saya mencapai puncak masalah. Penyebab utamanya karena datanya penuh.
Saat itu pesan WA yang saya terima dan kirimkan, lambat diterima dan pengirimannya. Butuh durasi hingga belasan jam sejak dikirimkan hingga tiba di telefon genggam saya. Begitu juga sebaliknya. Bahkan waktunya sempat lebih dari 20 jam.
Komunikasi dengan saudara-saudara dan teman-teman jadi tidak lancar. Sebagian besar yang masuk adalah ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Ironisnya banyak pesan yang dikirimkan kepada saya yang tidak masuk. Kalau pun ada tanda dari pengirimnya namun pesannya sama sekali tidak bisa dibaca.
Menyikapi itu saya berpikir positif. Yakin banyak hikmah di balik kejadian itu. Sekaligus introspeksi diri.
Saya memaknai kejadian itu antara lain bahwa TUHAN “memerintahkan” saya untuk sementara istirahat melakukan komunikasi lewat WA. Fokus pada keluarga.
“Cuti” sejenak setelah setiap hari selama berjam-jam terus menggunakannya. Bahkan terkadang hingga dini hari.
Sebagai gantinya, saya berkomunikasi lewat Short Message Service. Jika ada hal yang mendesak melalui telefon.
Menyimak dan Laksanakan Saran Ero
Kemudian si bungsu Savero “Ero” Karamiveta berinisiatif memperbaiki WA saya. Hasil diskusi kami, pesan dan sebagian data terutama yang tidak penting harus dihapus. Ada juga yang dipindah ke memori internal.
Semua itu sengaja dilakukan agar ada ruang untuk pesan yang masuk. Begitu juga buat pesan keluar, lebih lancar mengirimkannya.
Hasilnya lumayan. Bisa mengurangi data sebanyak 20 gygabite. Meski tidak langsung secara drastis WA-nya “sembuh”.
Sambil membantu menyelesaikan masalah tersebut, Ero memberikan beberapa saran kepada saya untuk mengantisipasi agar ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali. Saya menyimak semua yang disampaikan Ero dan insya ALLAH melaksanakannya.
Setelah datanya dikurangi, baik dihapus maupun sebagian dipindah ke memori internal, kondisinya belum banyak berubah. Kalau pun ada lamban sekali.
Ibaratnya orang yang baru sembuh dari sakit, pemulihannya tidak signifikan. Pesan yang masuk dan keluar masih tetap lama, meski durasi waktunya tidak selama sebelum “disentuh” Ero.
Sementara saya membayangkan pesan yang masuk semakin panjang antriannya. Meski sebagian besar masih seputar Lebaran Idul Fitri.
Serahkan ke Ahlinya
Akhirnya Jumat siang kemarin (6/5/22) setelah sholat Jumat, saya membawa telefon genggamnya ke Jaya Phone Gejayan Yogyakarta. Menyerahkan ke ahlinya untuk diperbaiki. Dilayani dengan sangat baik oleh Dhany Saputra.
Setelah mengecek semua hal yang terkait dengan telefon genggam itu dan WA, pria ramah yang baru jadi bapak tersebut menyimpulkan bahwa secara keseluruhan baik. Masih bisa digunakan sehingga tidak perlu diganti.
“WA-nya saya atur agar semua pesannya tetap bisa masuk meski sedang tidak digunakan. Karena banyak yang dihapus sehingga bapak harus sabar menunggu hingga semuanya tuntas. Setelah itu insya ALLAH WA-nya normal lagi,” jelas Dhany yang berusaha menenangkan sekaligus meyakinkan saya.
Sekitar 1,5 jam saya berada di toko yang punya jaringan tujuh toko di Yogyakarta tersebut. Sambil ngobrol sama Dhany yang berasal dari Purworejo.
Dalam kondisi hujan lebat, saya kembali ke rumah Yogyakarta yang terletak di Perumahan Sawitsari, Condong Catur, Sleman. Sedangkan WA-nya terus berproses menghapus data secara otomatis.
Kondisi itu terjadi hingga Sabtu dini hari tadi sampai saya tertidur. Seiring dengan itu banyak pesan yang masuk ke WA. Jumlahnya mencapai ratusan.
Tadi pagi selesai sholat Subuh, saat merespon WA dari teman-teman, saya melihat pengirimannya sudah normal. Tidak lama kemudian proses menghapus data berhenti. Itu menandakan sudah tuntas yang dihapus.
Saya langsung menyatakan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih kepada TUHAN. Karena komunikasi lewat WA sudah lancar kembali.
Pada kesempatan ini dengan kerendahan hati dan penuh ketulusan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara dan teman-teman yang turut merasakan dan terkena dampak komunikasi yang tidak lancar tersebut. Saya yakin sedikit banyak ada ganjalan di hati masing-masing.
Selain itu, saya mohon agar berkenan mengirim ulang pesan yang belum saya respon. Mungkin pesan tersebut tidak sampai karena WA saya bermasalah.
Saya sangat berterima kasih ke Ero dam Dhany yang telah membantu “menyembuhkan” WA itu. Semoga ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali dan komunikasinya selalu lancar. Aamiin ya robbal aalamiin…
Dari Yogyakarta saat menikmat Lebaran bersama keluarga, saya ucapkan selamat membiasakan diri berpikir positif dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Salam hormat buat keluarga.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional