Lupakan Semua Kebaikan Kepada Orang Lain, Ingat Terus Bantuan yang Pernah Diterima

Foto/Ilustrasi/Ist

Kecewa karena terlalu menggantungan diri kepada orang lain, teramat sering kita dengar. Banyak yang telah menceritakan pengalamannya tentang hal ini.

Salah satunya adalah tulisan berjudul “Menggantungkan Hidup pada Manusia Membuat Kecewa” yang dibagikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana kepada ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, Minggu (3/7/22).

Takdir manusia adalah tempatnya dosa dan lupa. Hanya orang tertentu yang bisa mengeliminasi perihal dosa dan lupa pada dirinya.

Berkaitan dengan rasa kecewa dari seorang perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya yang telah sukses membantu seniornya, bahkan hingga seniornya mampu meraih karier tertinggi di institusinya, adalah hal yang manusiawi.

Apalagi dia pernah dijanjikan untuk sekolah sebagai “tiket” jadi jenderal.

Kekecewaannya teramat dalam. Janji tinggal janji karena hingga dia pensiun, tidak pernah terealisasi. Padahal dia sangat berharap masuk sekolahnya dibantu dan jadi jenderal.

Semua harapan iti telah berlalu. Hanya cerita masa lalu yang sebaiknya segera dilupakan dan dikubur dalam-dalam oleh yang bersangkutan agar tidak kecewa terus sepanjang hidupnya.

Bersyukur dan Ikhlas
Terkait itu, ada kalimat menarik yang Saya lupa orang yang pernah membuatnya. Kutipannya di bawah ini.

Lupakan seluruh kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain atau siapapun, namun jangan Anda lupakan kebaikan yang telah orang lain atau siapapun lakukan untuk diri Anda.

Meskipun kalimat di atas nampak ringan dan sederhana saat dibaca, namun untuk melakukannya, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Butuh sikap rendah hati dan konsistensi melaksanakannya.

Sebagai motivator ulung, Dr Aqua tentunya akan menegaskan, “Kalimat itu gampang diucapkan dan sangat bisa dilaksanakan. Bukan sulit apalagi tidak bisa.”

Belajar dari Dr Aqua dalam mewujudkan kalimat di atas, rasa syukur dan keikhlasan menjadi kunci utama baginya untuk konsisten melakukan itu.

Apalagi sejak sekitar sekitar 17 tahun lalu sampai sekarang dan insya ALLAh sampai beliau meninggal, atasannya cuma TUHAN, tidak ada yang lain, apalagi seorang manusia pun.

Semoga setelah membaca tulisan Dr Aqua itu, membuat perwira menengah tersebut dan banyak orang segera mampu menghadirkan rasa ikhlas pada dirinya masing-masing.

Sehingga tidak merasa kecewa seumur hidup. Selanjutnya hanya menggantungkan hidupnya pada TUHAN Sang Pencipta alam semesta beserta isinya.

Terima kasih Dr Aqua untuk semua ilmu dan pengalaman yang telah diberikan. Sangat bermanfaat. Semoga menjadi amal jariyah bagi Dr Aqua sekeluarga. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin._

Joko Sudarmawan

Manajer Solusi dan Kemitraan Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero) Jakarta

Related posts

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar

Jumat Berselimut Sholawat

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah