Kelemahan Utama Komunikasi

“Sekarang ini kelemahan utama banyak orang termasuk adik-adik saya adalah komunikasi. Padahal itu vital sekali. Terkait hal tersebut saya minta Pak Aqua agar berkenan meluangkan waktu silaturahim dan memberi pencerahan tentang komunikasi kepada mereka,” ujar seorang jenderal purnawirawan Kamis (7/7/22) tadi pagi.

Saat komunikasi dengan saya, jenderal tersebut sedang di mobil dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon, Jawa Barat. Ada urusannya di sana. Setelah selesai sore ini juga kembali ke Jakarta.

Komunikasi kami beberapa kali terputus karena sinyalnya kurang bagus. Sempat beberapa kali “tabrakan” karena sama-sama telefon.

Sebelumnya jenderal yang sangat peduli dengan berbagai masalah bangsa ini telefon saya. Namun karena saya sedang ada aktivitas sehingga tidak dapat merespon panggilannya. Sebagai gantinya saya kirim WA.

Langsung direspon jenderal itu. “Wa’alaikumsalam… Siap Pak Aqua. Hanya ingin mengucapkan selamat pagi dan selamat berkreativitas bagi NKRI dan ingin mendengar suara Pak Aqua🙏”

Sejak lama jenderal yang rendah hati itu setiap hari membaca semua kiriman saya. Terkadang memberikan komentar yang mencerahkan termasuk cerita pengalamannya saat masih aktif dan memimpin satuan.

Semua responnya bagus sekali. Sangat besar manfaatnya buat saya. Sehingga sering saya jadikan renungan dan masukan untuk “memperkaya” tulisan-tulisan yang saya buat.

Bisa Fatal
Kembali ke masalah komunikasi, jenderal itu mengatakan adik-adiknya umumnya ahli pada tugas masing-masing karena memang bidangnya. Namun kelemahannya di komunikasi yakni internal dan eksternal.

“Padahal penguasaan komunikasi sangat penting terutama bagi seorang komandan. Sehingga selama memimpin satuan dia sukses. Selalu memberikan nilai-nilai baik di internal maupun eksternal,” lanjutnya.

Komunikasi itu sangat vital. Ibarat aliran darah dalam tubuh manusia. Jika tidak hati-hati dalam berkomunikasi dampaknya bisa fatal.

Kemudian jenderal itu menyebutkan beberapa nama adik asuhnya. Mereka bakal memimpin di satuan strategis yang butuh sentuhan komunikasi.

“Setelah Hari Raya Idul Adha saya akan mengenalkan Pak Aqua ke mereka. Harapan saya adik-adik itu mau mendalami komunikasi pada bapak karena pasti sangat bermanfaat buat mereka dalam mensukseskan tugas-tugasnya,” tambah jenderal yang energik tersebut.

Karena niatnya sangat baik dan tujuannya positif sekali, saya menyatakan siap. Sambil dalam hati berniat mau belajar pada adik-adiknya itu. Saya yakin banyak pelajaran berharga yang bakal saya dapatkan dari mereka.

Serahkan pada Ahlinya
Realita selama ini seperti yang disampaikan jenderal itu. Banyak orang yang ahli dalam bidangnya namun lemah kemampuan komunikasinya.

Kondisi itu diperparah dengan sebagian dari mereka yang sikapnya kurang rendah hati. Tidak mau menerima masukan dari orang lain. Merasa paling hebat sendiri.

Akibatnya mereka rugi sendiri. Semua keahliannya tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Ada hambatan yang secara signifikan berpengaruh pada kelancaran tugas-tugasnya. Akhirnya mempengaruhi karirnya secara keseluruhan.

Padahal agama sudah mengingatkan, segala sesuatu serahkan pada ahlinya. Jika tidak tunggulah kehancurannya.

Untuk sukses belajar komunikasi awali dengan niat yang baik yang diiringi sikap rendah hati. Dengan begitu belajar pada siapa pun yang memang ahlinya, insya ALLAH sukses. Aamiin ya robbal aalamiin… Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Bogor saya ucapkan selamat terus-menerus belajar komunikasi untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

 

Related posts

Mendapat Rezeki Pengganti Lebih Banyak dan Berkualitas

Menata Ulang Arah, Muhammadiyah dan Agenda 5–10 Tahun Kebangkitan Ekonomi Umat

Sakit sebagai Bahasa Langit, Membaca Rahasia Penderitaan dalam Perspektif Islam