JAKARTA – Tokoh pendidikan Tanah Air Seto Mulyadi, akrab disapa Ka Seto bersama artis Dik Doank dan Aditya Gumay bersatu dalam DASI untuk Indonesia.
DASI digagas oleh Sahabat Anak Indonesia (SAI) bersama Koalisi Anak Madani bersama Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) dan Aliansi Jurnalis Video (AJV), yang di-launching pada Selasa (9/8/22) di Rummah GoA, Jurank Mangu, Ciputat, Tangsel.
“Visi misi DASI (DikDoank-AdityaGumay-SetoMulyadi) untuk Indonesia ada tiga poin yaitu, pengusung pendidikan alternatif sejalan dengan konteks hilirisasi merdeka belajar Kemendikbud Ristek,” ucap Kak AruL Muchsen sebagai pengagas.
Kedua, kata dia, pendidikan alternatif dalam semangat keberagaman sejak usia dini dan ketiga pendidikan alternatif adalah hak asasi anak.
Kak Seto dengan Home Schooling-nya sangat mendukung karena pendidikan alternatif adalah hak anak untuk memilih.
“Pendidikan yang sesungguhnya adalah hak setiap anak. Jadi, kita semua mulai dari masyarakat hingga pemerintah harus bertanggung jawab untuk mensukseskan pendidikan anak,” tutur Ka Seto.
Sedangkan Dik Doank mengibaratkan DASI sebagai pengejawantahan beragam cara mendidik anak dan metodologi yang semua bermuara pada satu tujuan.
Sementara itu, Aditya Gumay menilai bahwa pendidikan tidak harus dipaksakan sesuai keinginan orang tua.
“Anak juga bisa menentukan keberhasilannya sendiri. Bahwa kesuksesan itu bisa terwujud di segala bidang. Contohnya ada Rudy Habibie, Rudy Chairudin, Rudy Hartono dan lainnya,” tandasnya.
Sedangkan launching DASI juga menitipkan pesan keberagaman sejak usia dini dengan hadirnya 3 PAUD di lingkungan Tangsel.
Apalagi hadir Yunda Yoedha dari TK Mini Pak Kasur bersama artis Yessy Gusman sebagai penggiat pendidikan anak.
DASI akan bergulir terus menguatkan pentingnya pendidikan alternatif menuju kesetaraan sehingga anak-anak Indonesia tidak melulu berorientasi nilai rapor dan ijazah, tapi lebih kepada kompetensi dan pengembangan minat bakat. (rel)