Muhaimin-Prabowo Bertemu, Sepakat Perluas Koalisi dan Dukungan Masyarakat

DPR: Prabowo Dinilai Tunjukkan Langkah Bijaksana Soal Penerapan Kenaikan PPN. Foto/Ist

MAGELANG – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sepakat memperluas koalisi.

Sebelumnya, PKB dan Gerindra sudah menandatangani Piagam Deklarasi menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Usai keduanya menggelar pertemuan dengan para kiai dan santri di Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo, Magelang, Jumat malam (23/9/22), kedua partai sepakat untuk terus membuka diri bagi partai politik lain bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang digagas PKB dan Gerindra.

“Kita bersepakat mengajak dan membuka diri parpol lain untuk bergabung,” ujar Gus Muhaimin kepada para wartawan.

Ditanya soal posisi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Gus Muhaimin mengatakan, pilpres masih jauh sehingga hal itu akan dibicarakan lebih lanjut.

Namun, Gus Muhaimin menegaskan bahwa hasil Muktamar PKB Bali pada 2019 silam, telah memutuskan dirinya maju sebagai capres dalam Pilpres 2019.

“Soal capres cawapres nanti akan dibicarakan lagi. Saat ini konsentrasi kita adalah memperluas dukungan terutama masyarakat, memperkuat barisan, kemudian menambah jumlah partai bergabung,” katanya.

Selain soal koalisi, Gus Muhaimin mengatakan diskusi yang dilakukan bersama Prabowo juga membahas pengembangan pesantren hingga tantangan bangsa.

Pengasuh Ponpes API Asri Tegalrejo KH Yusuf Chudlori mengatakan, para kiai sepuh itu memberikan berbagai masukan kepada Gus Muhaimin maupun Prabowo.

”Para kiai sepuh, ada sembilan kiai yang memberikan masukan-masukan dan doa kepada Pak Prabowo dan Gus Muhaimin agar ke depan Pak Prabowo dan Gus Muhaimin diberikan kelancaran, keselamatan dalam menghadapi tantangan ke depan yang berat,” ujar Gus Yusuf.

Di antara kiai sepuh Jateng yang hadir dalam pertemuan itu yakni KH Zaim Ahmad (Lasem), KH Badawi Basir (Kudus), KH Zainal Arifin (Demak), KH Sholahuddin (Brebes), KH Muhammad Haidar Muhaiminan (Temanggung), KH Nur Hidayat (Wonosobo), KH Sholihun (Magelang), KH Much Attabiq Baqir (Purworejo), KH Nasrul Arif Abdurrahman (Tegalrejo) dan Gus Yusuf Chudlori selaku tuan rumah.

“Secara khusus Pak Prabowo minta didoakan agar kondisi bangsa Indonesia ke depan lebih baik,” ujar Gus Yusuf.

Gus Yusuf juga mengajak kepada ribuan santrinya untuk secara khusus mendaokan Gus Muhaimin dan Prabowo bisa menjadi pemimpin bangsa, Presiden dan Wakil Presiden 2024.

“Pertemuan ini sangat dirindukan para santri. Gus Dur, alumni Tegalrejo ngendiko (mengatakan) Pak Prabowo pemimpin bangsa yang paling ikhlas. Kita doakan bersama-sama Gus Muhaimin menjadi pemimbin bangsa,” katanya.

Sementara itu, Prabowo mengatakan, kunjungannya ke Ponpes Tegalrejo sebagai bentuk silaturahim kepada ponpes saat dulu juga pernah didatanginya saat masih aktif di militer, sekitar 46 tahun silam.

“Dalam rangka silaturahmi memang waktu muda saya pernah ke sini. Waktu almarhum ayahnya dan sekarang, ya saya merasa perlu melanjutkan silaturahim kekeluargaan kebetulan ada Gus Imin di sekitar sini ya bertemulah,” ujar Prabowo.

Menteri Pertahanan itu juga mengatakan, dalam pertemuan itu juga dibahas tindaklanjut kerjasama PKB dan Gerindra yang sebelumnya sudah disepakati berdalam untuk berkoalisi pada Pilpres 2024 mendatang.

“Ya kita kan sudah kerja sama dan tentunya past ada diskusi ya,”

Ikut mendampingi Gus Muhaimin Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid, Sekjen Hasanuddin Wahid, Wakil Ketua Komisi XI Fraksi PKB DPR Fathan Subchi dan sejumlah pengurus DPP dan DPW PKB Jateng. Sementara Prabowo didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan sejumlah elite Partai Gerindra lainnya, Sugiono dan Abdul Wahid. (abdulloh)

Related posts

Muba Maju Lebih Cepat : Pekerja Rentan Muba Terlindungi 

Bintara Muda Tewas Tak Wajar di Asrama, PKB: Polri Harus Transparan

DPR, Sengketa Lahan di Tanah Abang Harus Selesai Sebelum Rusun Subsidi Dibangun