JAMBI – LSM Gerakan Anak Bangsa Pemerhati Provinsi Jambi akan menggelar aksi lagi di depan Kejagung. Arpandi Selaku Ketua Gerakan Anak Bangsa Peduli saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa ia akan melakukan aksi unjuk rasa kembali di depan Kejagung.
“Ada beberapa poin yang kita suarakan di depan Kejagung, tentang persoalan di Provinsi Jambi yang berbau KKN, termasuk lima laporan saudara Erfan ke Kejati Jambi, tiga diteruskan ke Kejari Tanjabtimur, salah satunya soal Bimtek Apdesi Tanjabtim pada tahun 2021 lalu,” tuturnya, Jumat (7/10/22).
Arpandi menilai sampai saat ini belum ada progres, padahal laporan masyarakat itu dari bulan maret lalu.
“Tapi sampai saat ini belum ada kepastian hukumnya, dan kami dari LSM GABP akan selalu mendorong dan mengawal kasus ini sampai selesai. Kami tidak akan tinggal diam ketika oknum-oknum penguasa menggrogoti uang rakyat,” paparnya.
“Persoalan ini mendapat dukungan penuh dan demi kepastian hukum untuk pihak Kejaksaan dari Fraksi Restorasi Nurani Rakyat. Yang mana persoalan ini sudah dua kali disuarakan dalam sidang Paripurna DPRD Kabupaten Tanjabtim, yang dibacakan langsung Yudi Hariyanto. E.Y, politisi Partai NasDem),” jelasnya.
“Kami sudah melayangkan surat untuk aksi unjuk rasa pada hari Selasa 11 Oktober 2022.” tandasnya.
Terpisah, Yudi Hariyanto. E.Y saat dikomfirmasi media ini via telepon membenarkan dan mengatakan merasa aneh dengan lambannya proses penangan kasus APDESI Tahun 2021 tersebut.
“Kita semua berharap penuh kepada pihak Kejaksaan yang punya Slogan BERAKHLAK, bisa memberikan kepastian Hukum atas kasus APDESI yang sudah dilimpahkan Kajati Jambi kepada Kejari Tanjabtim. Jangan sampai masyarakat berasumsi pihak Kejaksaan tidak serius dalam penegakan hukum di Tanjbtim ini,” pungkasnya. (jhon t)