Ukur Keberhasilan Program, Telkom Universiity-DBF Gelar Intensive Class-Research Methode

Ukur Keberhasilan Program, Telkom Universiity-DBF Gelar Intensive Class-Research Methode. Foto/Ist

BANDUNG – Telkom University dan Desa Berdaya Foundation (DBF) berkolaborasi dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) menyelenggarakan Intensive Class-Research Methode (Metode Penelitian Kelas Intensif) kepada karyawan DBF yang bertugas untuk melakukan pemberdayaan di desa binaan. 

Intensive class ini sebagai bentuk komitmen untuk mengukur implementasi program pemberdayaan DBF itu memiliki dampak engagement (keterikatan) dan keberkelanjutan baik untuk para pemangku kepentingan serta mitra desa binaan DBF, sehingga secara empiris bisa dibuktikan melalui kesukssan proses implementasi program DBF,” ujar Ketua Program Kolaborasi Abdimas Telkom University-DBF, Choiria Anggraini, usai Intensive Class-Research Methode, akhir pekan kemarin. 

Intensive class ini dilaksanakan dengan metode blended learning menggabungkan antara pembelajaran langsung (synchronous) dengan pembelajaran tidak langsung (asynchronous) untuk dapat memberikan materi pembelajaran secara intensif sesuai dengan kebutuhan mitra.

Intensive class ini tidak hanya pada pemberian materi akan tetapi juga sampai pada coaching/pembinaan penulisan jurnal dan pendampingan publikasi ilmiah. 

Intensive class diisi oleh pemateri-pemateri yang pakar di bidangnya, yakni Dr. Lucy Pujasari, M.I.Kom (Academic Writing); Dr. Sri Wahyuning Astuti, M.I.Kom (Research Introduction & Qualitative Method) dan Dr. Nofha Rina, M.I.Kom (Quantitative Method). 

Menurut Nofha, berdasarkan diskusi mengenai metode penelitian kuantitatif, peserta memiliki keterkaitan antara data yang dimiliki, permasalahan yang ditangani, serta solusi yang diberikan kepada masyarakat dengan proses yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif.

Peserta ada yang sudah pernah melakukan publikasi ke jurnal pengabdian masyarakat sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan.

Lalu ada peserta yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai alumni dari prodi statistika, sehingga bisa memahami teknik analisis data yang sederhana dalam membuat hasil olah data berdasarkan temuan di lapangan.

“Saya sebagai pemateri merasa senang ada manfaat yang bisa digunakan oleh peserta pada saat menjelaskan secara teoritis dan aplikasi dari metode penelitian kuantitatif ini. Semoga bisa dilakukan lanjutan kembali intensive class ini di kegiatan abdimas periode selanjutnya,” ungkap Nofha. (ono)

Related posts

Universitas Udayana dan InJourney Hospitality, International Medical Facility The Sanur Gelar MoU Kolaborasi Alih Pengetahuan

Tomi Hermawan MD Radio RDI Jakarta, Hadirkan Musik dan Medsos Sempurna ke Pendengar

Mediasi Tanpa Ketua Kadin Anindya Bakrie Dinilai Perpanjang Konflik Kadin