PALEMBANG – Innalillahi jadi Wainailaihirojiun, telah meninggal dunia Wakil Wali Kota Pagaralam Muhammad Fadli Bin Edi Edhar, Rabu (7/12/22) sekitar pukul 23.00 di RSUD Siti Fatimah, Palembang.
Almarhum semasa hidupnya bukan hanya dikenal di kalangan lingkungan Pemerintah Kota Pagaralam, tetapi juga mempunyai pergaulan luas. Bahkan, diantara pencinta olahraga bulutangkis.
Fadli begitu biasa dipanggil, sering kali mengikuti turnamen eksekutif yang berpasangan dengan atlet bulutangkis asal Sumsel.
Pria yang meninggalkan seorang istri dan empat anak, kepergiannya mengejutkan semua pihak, tidak hanya warga Kota Pagaralam, tapi juga para atlet bulutangkis di Sumsel.
Kemudian juga penggemar sepakbola, karena almarhum pernah menjabat sebagai manager klub sepakbola Wong Kito, Sriwijaya FC.
Sebelumnya meninggal, almarhum tidak menunjukan gejala sakit, bahkan terlihat sehat dan sempat bermain bulutangkis dengan atlet-atlet muda di GOR PT Semen Baturaja Palembang.
Amir Husin, salah satu rekannya bermain bulutangkis, sangat kaget ketika mendengar kabar meninggalnya almarhum, karena ketika bermain kondisi tubuhnya sangat bugar. Dia sempat bermain satu set, sebelum izin pamit pulang karena ada pekerjaan.
“Saya kaget mendengar kabar Pak Fadli meninggal, bahkan saya sempat bercanda di lapangan dengan almarhum, bagaimana tips menurunkan berat badan,” ujar Amir.
Bahkan, almarhum bergaul dengan sangat supel dan ramah. Tidak pernah membedakan orang dari kelompok manapun sehingga sebagai rekan bermain bulutangkis sangat enjoy.
“Almarhum orangnya supel dalam bergaul dan terbilang baik. Kita sebagai rekan bermain tidak pernah dibedakan, jika kalah almarhum tetap menunjukan sikap sportifitas tinggi,” jelas juara Eksekutif Badminton Sumsel ini.
Dia mengaku sangat kehilang sosok pejabat yang sangat disenangi masyarakat. Dirinya hanya bisa mendoakan semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diterima amal kebaikannya.
Hal senada juga dituturkan Rustam. Almarhum tidak mempunya gejala sakit apapun, bahkan sebelum meninggal bermain bulutangkis seperti biasanya.
“Tadi malam sekitar pukul 21.00, dia sempat bermain bulutangkis ganda satu kali perpasangan dengan Satria Darma. Sementara lawannya Evis dan Satria Perdana. Bermain rubber game dan menang,” kata Rustam, teman sesama bermain bulutangkis.
Usai bermain bulutangkis, Fadli tampak sehat, bahkan sempat ngobrol santai duduk di kursi lebih kurang 10 menit.
Bahkan almarhum sempat melontar humor atas hasil permainannya dengan sejumlah teman bermain lainnya.
“Kemudian almarhum izin pamit pulang karena ada pekerjaan, baru sekitar pukul 23.30 WIB, kita mendapat kabar bahwa almarhum meninggal di rumah sakit,”jelasnya.