JAKARTA – Bulan Desember adalah bulannya Gus Dur, dimana ulama sekaligus mantan presiden ke 4 Indonesia wafat pada 31 Desember 2009.
Pada Kamis 22 Desember 2022, bertempat di Pondok pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Pulo Gadung, Jakarta Timur, KH. Nurul Arifin Husein atau akrab disapa Gus Nuril mengadakan “Haul Kebangsaan” memperingati Haul ke 13 KH. Abdurrahman Wahid dengan tema “Berbuat Baik Bagi Sesama Mengenang Hidupnya”.
Pada kesempatan tersebut sejumlah tokoh agama hadir dalam acara tersebut. Diantaranya KH Wahid Maryanto, Romo Antonius Benny Susetyo, Guntur Mohamad Guntur Romli politikus Partai Solidaritas Indonesia, seperti PGN (Patriot Garuda Nusantara) dan sejumlah pihak dari TNI-Polri,
Ketua NU Jakarta Pusat, Gus Syaifuddin dan sejumlah element NU, Ansor juga Banser. Dengan pembawa acara pelawak senior, Gus Memed Mini.
“Gus Dur adalah sosok Wali Allah yang mengutamakan kemanusiaan. Beliau lebih mementingkan kemanusiaan ketimbang jabatannya. Oleh karena itu daripada terjadi pertumpahan darah beliau lebih memilih mundur jadi presiden. Beliau sosok pejuang anti penindasan,” ungkap Gus
Nuril dalam sambutannya di acara Haul ke 13 KH. Abdurrahman Wahid.
Setelah memberikan sambutan Gus Nuril langsung minta diiringi untuk membawakan lagu khusus Gus Dur yang ia ciptakan sendiri.
Sambil menangis Gus Nuril membawakan lagu tentang hidup Gus Dur. Dimana lagu tersebut sosok Gus Dur sebagai penebar kasih sudah sepantasnya mendapat gelar pahlawan bangsa.
Selain itu Romo Antonius Benny Susetyo menceritakan kedekatannya dengan sosok Gus Dur. Dalam ingatannya, Benny menambahkan jika Gus Dur pernah memberikannya contoh tentang hidup tanpa kekerasan dan penuh kedamaian.
“Gus Dur terus memperjuangkan Hak Asasi Manusia dan selalu tanpa kekerasan. Saat lengser pun, tidak mau memakai kekerasan. Menurut Gus Dur, kekuasaan yang dimiliki adalah menjadi pelayanan bagi kemanusiaan. Politik pun menjadi politik hati nurani, bukan kekuasaan. Dan kekuasaan untuk pelayanan. Itulah Gus Dur,” ujarnya.
Tidak ketinggalan Mohamad Guntur Romli politikus Partai Solidaritas Indonesia menceritakan kedekatannya dengan Gus Dur.
Dimana Guntur Romli mengisahkan kenangan saat mengadakan acara “Kongkow Bareng
Gus Dur” yang dilaksanakan pada tahun 2006 silam.