Puan Maharani: Perang Membawa Dunia pada Risiko Tinggi

Foto/Ist

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara di Konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-17 yang berlangsung di Aljazair.
Puan berbicara soal tantangan global yang harus diatasi bersama oleh negara-negara Muslim.
Mulai dari perang yang berkepanjangan, kerawanan energi dan air, inflasi yang tinggi, hingga meningkatnya ancaman perubahan iklim.

“Krisis telah menjadi normal baru. Semuanya berlangsung tanpa jeda, saling terkait dan lebih rumit, menghancurkan yang paling membutuhkan, negara miskin, dan negara berkembang. Hampir semua negara sangat menderita, sementara dampak pandemi terus berlanjut,” papar Puan pada sesi ke-17 Konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI atau PUIC yang digelar di International Conference Center (ICC), Aljazair seperti keterangan pers melalui dpr.go.id, Senin (30/1/22).

Menurutnya, perang yang belum terselesaikan di Ukraina membawa dunia pada risiko tinggi. Terutama, kata Puan, untuk mengintensifkan persaingan antara kekuatan besar.

“Ketika kita melihat beberapa negara Muslim, situasinya bahkan lebih mengerikan. Negara-negara ini telah terjebak selama bertahun-tahun dalam konflik kekerasan yang dipicu oleh perselisihan politik yang belum terselesaikan,” jelasnya.

Puan kemudian menyinggung soal isu Palestina, mengingat belum banyak perkembangan positif. Belum lagi, kekerasan di Palestina masih terus ada.

“Kondisi di lapangan tidak banyak berubah. Kekerasan, dan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi di Palestina. Tidak ada tanda-tanda harapan akan berdirinya negara Palestina yang telah dijanjikan oleh dunia internasional,” imbuhnya.

Puan mengatakan, situasi yang terjadi pada beberapa umat Islam yang tinggal di belahan dunia lain, termasuk dengan adanya sejumlah aksi penindasan.

“Kita sangat menyesal menyaksikan perpecahan yang berkepanjangan di antara negara-negara muslim alih-alih bahu-membahu demi kepentingan bersama umat,” ujarnya.

Related posts

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan