Setelah membagikan tulisan berjudul Merasakan Kebahagiaan Mantan Napiter Umar Patek dan Istri kepada hampir 10 ribu anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, sejak Kamis malam sampai Jumat kemarin (2-3/2/23) saya menerima banyak respon.
Semuanya positif plus apresiasi. Kepada semua orang yang memberikan respon saya ucapkan terima kasih.
Diiringi penekanan bahwa Mas Umar Patek, biasa saya memanggilnya, adalah saudara kita.
Setelah beliau menyelesaikan masa hukumannya selama 11 tahun dan 4 bulan, kembali ke masyarakat.
Di sisi lain banyak juga teman yang menyampaikan kekagumannya karena saya berteman sama Umar Patek. Mereka sama sekali tidak menyangka hal tersebut.
Apalagi di tengah jadwal yang lumayan padat, saya sengaja menyempatkan waktu silaturahim ke Umar Patek di rumah adiknya Syarif Ali Zein di Surabaya.
Saya sampaikan bahwa selama ini saya berteman secara universal. Dengan siapa saja. Umumnya teman-teman saya orang baik dan menghargai nilai-nilai persahabatan.
Pertemanan itu dibangun dengan prinsip saling menghargai dan menghormati. Semuanya setara tanpa ada yang merasa superior atau lebih hebat.
Selain itu, saya juga tidak memandang hal-hal duniawi. Di antaranya suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Termasuk berbagai latar belakang seseorang. Sehingga semuanya merasa nyaman berkomunikasi termasuk Umar Patek.
Meski kami jarang ketemu (lima tahun terakhir hanya tiga kali jumpa fisik), namun komunikasi akrab sekali. Saya sudah menganggap beliau saudara sendiri.
Banyak Belajar Sama Umar Patek
Selama berinteraksi sama Umar Patek, saya banyak belajar pada beliau. Terutama saya melihat dari sisi positifnya.
Meski dulu pria yang berasal dari Pemalang, Jawa Tengah itu memiliki sisi gelap.
Namun beliau sudah mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaikinya. Juga telah menjalani hukumannya.
Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Setiap orang bisa belajar dari kesalahannya sendiri dan orang lain.
Umar Patek adalah saudara kita. Manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan.
Sejak 7 Desember 2022 telah menghirup udara bebas dan memulai “hidup baru” bersama istri tercinta Gina Gutierez Luceno.
Semoga Umar Patek menemukan jalan terbaik dan konsisten berbuat baik hingga akhir hayatnya. Aamiin ya robbal aalamiin…
Dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, saya ucapkan selamat berusaha memperbanyak saudara dengan menghargai semua orang. Salam hormat buat keluarga.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional